alexametrics
29 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

Tahun Ini 48 KK Terdampak Penataan Kawasan Kumuh di Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Rencana Pemkot menata Kawasan Kumuh Mayangan, terus digodok. Bahkan, kini ditargetkan proyeknya bisa dilelang pada Oktober 2019. Dari rencana ini, ada 48 kepala keluarga yang dipastikan akan terdampak Program Penataan Kawasan Mayangan.

Jumlah ini diperkirakan akan bertambah. Mengingat program ini akan berlangsung sampai 2021. “Tahap pertama 2019 yang terdampak ada 48 KK. Tahun berikutnya juga akan ada yang terdampak, tapi berapa jumlahnya masih dihitung,” ujar kabid Perumahan Pemukiman, Dinas Perkim Kota Probolinggo Abdul Kholiq.

Warga terdampak bisa lebih banyak. Sebab, direncanakan 25 meter dari jalan lingkar utara (JLU) ke selatan akan dibuat ruang terbuka hijau (RTH). Karenanya, rumah warga yang berjarak 25 meter dari JLU akan dibebaskan.

Dalam proses ini direncanakan akan ada ganti rugi terhadap rumah warga. Tapi, khusus bangunannya saja. Sedangkan, tanahnya tidak akan mendapatkan ganti rugi karena tanah yang digunakan merupakan tanah negara. “Kalau dari segi teknis sudah siap, seperti masterplan. Yang perlu disiapkan utamanya dampak sosial bagi warga yang lingkungannya akan terkena penataan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Mayangan Mochammad Abbas mengatakan, masih ada warganya yang menolak rencana penataan kawasan kumuh ini. Sehingga, diperlukan pendekatan lebih intens. “Karena sampai saat ini masih ada warga yang menolak,” ujarnya dalam Workshop Tingkat Kota Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Bale Hinggil, Kota Probolinggo, Senin (2/9).

Namun, ketika ditemui terpisah, Abas menolak menyebutkan jumlah warga yang menolak rencana penataan tersebut. “Sosialisasi dan pendekatan terus kami lakukan. Termasuk agar jangan sampai warga ini terprovokasi dengan informasi yang tidak benar,” ujarnya. (put/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Harbokir Kembali Hadir di 3 Dekade JNE

Harbokir atau Hari Bebas Ongkos Kirim yang tiap tahun dirayakan dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE, siap dinikmati kembali oleh seluruh pelanggan setia.

Kerap Sepi, Dewan Soroti Penataan Pasar Poncol

Dewan menilai aset pemkot ini tidak berjalan maksimal. Akibatnya, banyak los yang ditinggal oleh pedagang.

Hentikan Pengiriman Air Bersih di Kab Pasuruan 28 November

Sesuai SK kedaruratan bencana, prediksi pengiriman air bersih akan dihentikan akhir bulan ini.

Kena Tol Paspro, Delapan Makam di Banjarsawah Tegalsiwalan Dipindah

Rukun Kepaten Dusun Krajan, Desa Banjarsawah, memindahkan kuburan itu ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan.

Mulai Ekskavasi Goa Jepang di Gempol, Libatkan BPCB-Arkeolog

Proses ekskavasi Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol mulai dilakukan.