Radar Bromo

Kebakaran Hutan di Blok Gunung Limas Terparah Tahun Ini, 150 Ha Hangus

PRIGEN, Radar Bromo – Usai dua hari (Sabtu dan Minggu) areal hutan di blok Gunung Limas di Kelurahan/Kecamatan Prigen dilalap api, UPT Tahura R Soerdjo langsung melakukan evaluasi. Dari pemetaan yang dilakukan, luas lahan terbakar diketahui mencapai 150 hektare.

Dengan begitu, dampak kebakaran akhir pekan lalu jauh lebih besar ketimbang dua kebakaran hutan sebelumnya (selengkapnya lihat infografis). “Di wilayah Pasuruan, untuk kebakaran hutannya paling parah yang terakhir ini. Mencapai 150 hektare atau tiga hingga empat kali luasnya dari dua kejadian kebakaran sebelumnya,” ujar Kepala Resort 3 Tahura R. Soerjo Agus Budi Utomo.

Menurut Agus Budi, luasan lahan yang dilalap api di Blok Gunung Limas ini medannya didominasi sabana. Dengan kontur dataran dan tebing yang cukup curam.

Kemudian, vegetasi tanaman yang terbakar mayoritas berupa alang-alang dan semak belukar. Tak heran, saat api muncul, langsung membesar dan menyebar dengan cepat.

“Kebakaran yang terjadi disebabkan faktor perburuan liar. Kalau terbakar dengan sendirinya, tak mungkin dan mustahil. Hutan itu sengaja dibakar agar hewan liar yang target perburuan, keluar dari sarangnya,” jelas Agus Budi.

Meskipun api sudah padam, untuk jalur pendakian Gunung Welirang dan Arjuno sampai sejauh ini masih ditutup sementara. Ini, diberlakukan di semua pos izin pendakian. Mulai Tretes, Prigen, dan Tambaksari, Purwodadi di Kabupaten Pasuruan. Juga Lawang, Kabupaten Malang dan Sumber Brantas, Kota Batu.

“Penutupan sementara jalur pendakiannya masih berlangsung. Saat ini dirasa belum aman untuk masyarakat umum naik gunung melakukan pendakian. Langkah ini demi kebaikan bersama. Rencananya, jalur pendakian akan dibuka kembali setelah kondisi benar-benar kondusif dan aman,” imbuhnya. (zal/mie)