alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

3 Begal asal Pasrepan dan Winongan Didor, Modusnya Pura-pura Kenal Korban

BANGIL, Radar Bromo – Tiga tersangka yang masuk dalam komplotan begal sadis diringkus anggota Satreskrim Polres Pasuruan. Mereka tidak hanya dijebloskan ke penjara. Petugas juga sempat menghadiahi timah panas di kaki kiri masing-masing, lantaran mereka berusaha kabur dari sergapan.

Ketiga tersangka yang diringkus itu, adalah Abdul Rohim, 35, warga Krajan, Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan; Abdul Halim, 31, warga Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan dan Minal Faizin, 23, warga Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Mereka melancarkan aksi begal itu, 26 Agustus 2019.

Korbannya menimpa Watik, 35, warga Desa/Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Watik kehilangan motor Hondar Vario miliknya, setelah dirampas oleh para tersangka.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menyampaikan, aksi begal itu berlangsung sektiar pukul 10.00. Modus yang mereka gunakan dengan berpura-pura mengenal korban. Setelah menjalin komunikasi, tersangka kemudian melancarkan aksinya.

“Salah satu tersangka, berperan untuk menjalin komunikasi dengan korban. Selanjutnya, tersangka mengajak korban ketemuan,” jelas Supriyono.

Tersangka janjian ketemu di wilayah Pasar Winongan. Salah satu dari tersangka itu, kemudian membonceng korban ke arah Umbulan, hingga sampai di jalan Karangmojo, Desa Karangtengah, Kecamatan Winongan.

Di situlah, sudah ada tersangka lain yang menunggu dan menghentikan korban. “Tersangka tidak hanya tiga orang. Tetapi ada empat orang. Satu di antaranya masih DPO,” sampainya.

Saat berada di Karangmojo itulah, tersangka melancarkan aksinya. Mereka menghentikan motor korban. Korban juga dipaksa turun dan didorong oleh para pelaku.

Agar korban tak melawan, para tersangka menakut-nakutinya dengan sebalok kayu. Kemudian sepeda motor tersebut, dibawa para tersangka. Tidak hanya motor, para tersangka juga membawa serta tas coklat korban berisi uang Rp 400 ribu, serta handphone korban.

“Atas kejaidan itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 15 juta,” tambah mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan ini.

Merasa menjadi korban kejahatan, Watik akhirnya melapor polisi. Dari laporan itulah, petugas Satreskrim Polres Pasuruan melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, satu-persatu dari tersangka berhasil diringkus.

Rohim dan Halim diringkus saat bersembunyi di wilayah Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, 30 Agustus 2019. Sementara M. Faijin ditangkap di wilayah Petung, Kecamatan Pasrepan.

“Mereka berusaha kabur, makanya petugas memberikan tembakan di kaki kiri untuk melumpuhkan ketiganya. Kami juga masih memburu tersangka lain, MH yang masih DPO,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka tidak hanya sekali beraksi. Tercatat, ada beberapa TKP lain yang menjadi sasaran tersangka. “Mereka kelompok sadis. Tak segan-segan menyakiti korbannya,” tambahnya saat didampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima.

Karena perbuatannya itu, ketiga tersangka disangkakan melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Tiga tersangka yang masuk dalam komplotan begal sadis diringkus anggota Satreskrim Polres Pasuruan. Mereka tidak hanya dijebloskan ke penjara. Petugas juga sempat menghadiahi timah panas di kaki kiri masing-masing, lantaran mereka berusaha kabur dari sergapan.

Ketiga tersangka yang diringkus itu, adalah Abdul Rohim, 35, warga Krajan, Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan; Abdul Halim, 31, warga Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan dan Minal Faizin, 23, warga Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Mereka melancarkan aksi begal itu, 26 Agustus 2019.

Korbannya menimpa Watik, 35, warga Desa/Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Watik kehilangan motor Hondar Vario miliknya, setelah dirampas oleh para tersangka.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menyampaikan, aksi begal itu berlangsung sektiar pukul 10.00. Modus yang mereka gunakan dengan berpura-pura mengenal korban. Setelah menjalin komunikasi, tersangka kemudian melancarkan aksinya.

“Salah satu tersangka, berperan untuk menjalin komunikasi dengan korban. Selanjutnya, tersangka mengajak korban ketemuan,” jelas Supriyono.

Tersangka janjian ketemu di wilayah Pasar Winongan. Salah satu dari tersangka itu, kemudian membonceng korban ke arah Umbulan, hingga sampai di jalan Karangmojo, Desa Karangtengah, Kecamatan Winongan.

Di situlah, sudah ada tersangka lain yang menunggu dan menghentikan korban. “Tersangka tidak hanya tiga orang. Tetapi ada empat orang. Satu di antaranya masih DPO,” sampainya.

Saat berada di Karangmojo itulah, tersangka melancarkan aksinya. Mereka menghentikan motor korban. Korban juga dipaksa turun dan didorong oleh para pelaku.

Agar korban tak melawan, para tersangka menakut-nakutinya dengan sebalok kayu. Kemudian sepeda motor tersebut, dibawa para tersangka. Tidak hanya motor, para tersangka juga membawa serta tas coklat korban berisi uang Rp 400 ribu, serta handphone korban.

“Atas kejaidan itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 15 juta,” tambah mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan ini.

Merasa menjadi korban kejahatan, Watik akhirnya melapor polisi. Dari laporan itulah, petugas Satreskrim Polres Pasuruan melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, satu-persatu dari tersangka berhasil diringkus.

Rohim dan Halim diringkus saat bersembunyi di wilayah Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, 30 Agustus 2019. Sementara M. Faijin ditangkap di wilayah Petung, Kecamatan Pasrepan.

“Mereka berusaha kabur, makanya petugas memberikan tembakan di kaki kiri untuk melumpuhkan ketiganya. Kami juga masih memburu tersangka lain, MH yang masih DPO,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka tidak hanya sekali beraksi. Tercatat, ada beberapa TKP lain yang menjadi sasaran tersangka. “Mereka kelompok sadis. Tak segan-segan menyakiti korbannya,” tambahnya saat didampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima.

Karena perbuatannya itu, ketiga tersangka disangkakan melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/