Warga yang Terlibat Penjemputan Paksa Jenazah Tak Diproses Hukum

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, yang terlibat penjemputan paksa MA, jenazah Covid-19, tidak akan diproses hukum. Polres Pasuruan Kota (Polresta) mengedepankan tindakan persuasif agar peristiwa ini tidak terulang kembali.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto menegaskan sikap Polresta itu, Minggu (2/8). Dia menegaskan, warga yang terlibat penjemputan paksa jenazah MA di IGD RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan tidak akan diproses hukum. Sebab, pada akhirnya jenazah MA dimakamkan sesuai protokoler Covid-19. Selain itu, tidak ada insiden kekerasan saat penjemputan paksa jenazah MA oleh warga.

Kondisi ini, menurutnya, berbeda dengan peristiwa yang terjadi di pemakaman umum Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Sejumlah tersangka sebagian sudah diamankan, mengintimidasi petugas ambulans saat merebut jenazah Covid-19. Bahkan, mereka sempat mengancam petugas ambulans kalau menolak.

“Pemakaman juga dilakukan tanpa protokol kesehatan di Desa Rowogempol. Ini berbeda dengan insiden di Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Jenazah akhirnya dimakamkan sesuai aturan kesehatan,” ungkapnya.

Endy memastikan, insiden di Desa Kedawang terjadi karena kurang pahamnya masyarakat setempat tentang pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. Polres sendiri sudah menggandeng tokoh agama, ulama, dan tokoh masyarakat setempat agar hal ini tidak kembali terulang. Misalnya, memberikan pemahaman soal pemulasaraan pasien Covid-19.

“Kami lebih mengedepankan langkah persuasif dahulu. Kecuali masyarakat sudah diberi pemahaman, tapi tetap tidak patuh. Maka, mau tidak mau ada langkah hukumnya,” lanjut Endy.

Sebagai informasi, jenazah MA, warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, yang suspect Covid-19 dijemput paksa oleh pihak keluarga dan warga sekitar. Jenazah dijemput di IGD RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan. Lantas, dibawa ke rumah duka dengan menggunakan pikap, Sabtu (25/7).

Insiden penjemputan paksa jenazah MA itu didengar oleh Forkopimka setempat. Polsek Nguling langsung mencegat warga di pertigaan Nguling. Selanjutnya, mereka dikawal hingga tiba di rumah duka.

Pejabat Forkopimda pun turun tangan. Wabup Pasuruan KH. Mujib Imron; Dandim 0819 Letkol Burhan Fajari; dan sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Pasuruan Kota dan Gugus Tugas Kecamatan Nguling tiba di rumah duka. Mereka langsung berdialog dengan warga.

Akhirnya, diputuskan MA dimakamkan di pemakaman setempat dengan menerapkan protokoler kesehatan. MA dimakamkan sekitar pukul 17.00 atau sebelum magrib. Namun, posisinya agak jauh dari makam lainnya. (riz/hn/fun)