Skuadra Persekabpas Tumpengan sebelum Berangkat Tandang ke Markas Lawan

WUJUD SYUKUR: Para pemain Persekabpas dusuk mengelilingi tumpeng di stadion R Soedarsono, Sabtu (3/8) pagi. Tumpengan itu sebagai wujud syukur dan harapan positif sebelum melakoni laga perdana. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Tumpengan adalah tradisi di Indonesia yang memiliki arti wujud rasa syukur. Bahkan tumpengan juga kerap digelar, bagi mereka yang punya keinginan.

Hal ini pula yang dilakukan skuadra Persekabpas, tim sepakbola kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Sehari sebelum melakoni laga resmi Liga 3, Laskar Sakera (Persekabpas) menggelar tumpengan di stadion R Soedrasono.

Meski sederhana, tumpengan itu menjadi sebuah acara yang spesial bagi Rico Hardiansyah CS. Apalagi, pagi itu tumpengan digelar usai latihan rutin. Anak asuh Fakhrudin langsung lahap menyantap.

DIPOTONG: Allenatore Persekabpas M Fakhrudin, memotong tumpeng. Potongan pertama diserahkan ka manajer Suryono Pane. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Sebelum memakan nasi tumpeng, skuadra Persekabpas lebih dulu berdoa. Dipimpin asisten pelatih Kasianto, para pemain mengamini saat lelaki yang memiliki ciri khas memakai topi dibalik, mengucap doa agar bisa meraih 3 poin di laga pertama.

“Mudah-mudahan Persekabpas juga mulus melewati kompetisi, dan bisa lolos ke Liga 2. Amiin…,” ucap Kasianto sembari disambut dengan ucapan yang sama dari para pemain dan ofisial.

Setelah doa, acara dilanjut dengan pemotongan tumpeng. Pelatih Fakhrudin yang menjadi “eksekutor”. Potongan tumpeng pertama, diserahkan ke manajer Persekabpas Suryono Pane.

Manajer asal Gununggangsir itu, kemudian memberi motivasi. “Mudah-mudahan Persekabpas mendapat hasil yang positif. Menang terus selama kompetisi di putaran awal, kedua hingga ke zona nasional,” pungkas Suryono. (fun)