Sebelum Dimerger, Dispendik Akan Survei Lembaga Sekolah

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo terus mematangkan rencana merger sejumlah sekolah. Sebanyak 12 lembaga SD sekolah dasar (SD) negeri yang bakal dimerger, telah rapat koordinasi. Mereka diminta untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan.

Selain itu, Dispendik Kabupaten masih perlu melakukan survei untuk bisa melanjutkan proses merger. Hal itu disampaikan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina melalui Kabid SD, Sri Agus. Saat dikonfirmasi, Sri Agus mengatakan, setidaknya ada 12 lembaga SDN yang mengajukan merger untuk menjadi 6 SDN. Nah, beberapa hari lalu kepala sekolah sudah telah dikumpulkan dan mendapatkan pengarahan.

”Sudah kami undang dan berikan pengarahan. Dimana, kami minta pada sekolah untuk melakkan identifikasi data sekolah yang akan dimerger. Mulai dari jumlah siswa, guru, sarana prasana dan jarak sekolah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (2/8).

Sri Agus menambahkan, pihaknya meminta pada sekolah untuk segera mungkin melengkapi data-data yang dibutuhkan. Supaya, pihaknya bisa segera turun ke lapangan, untuk survei sekolah yang bakal dimerger. Guna, memastikan kondisi sekolah tersebut dan pertimbangan kuat untuk direalisasikan merger.

“Sebelum diajukan ke Bupati untuk dimerger, kami harus survei lebih dulu. Supaya, bisa memastikan kondisi dan pertimbangan dilakukan merger. Prosesnya masih panjang,” terangnya.

Sri Agus menjelaskan, penetapan merger tidak berhenti di Bupati Probolinggo. Pihaknya harus laporkan ke Pemprov Jatim, dan pemerintah pusat, terkait sekolah yang dimerger. Karena nantinya akan berkaitan dengan data penerima dana BOS (bantuan operasional sekolah).

”Kami upayakan tahun ini semua tahapan bisa dilakukan dan diselesaikan. Sehingga, ajaran baru tahun depan, sudah bisa mulai penerapannya,” terangnya. (mas/fun)