Disiplin dan Semangat, Jadi Kunci Utama Persekap di Liga 3

HASIL CUKUP BAIK: Laga perdana Persekap yang harus melawat ke kandang Banyuwangi Putra, Jumat (2/8) sore di Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Persekap mengarungi kompetisi dengan tekad kuat. (Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Jika dibanding Persekabpas dan Persipro 54, Persekap mengarungi laga Liga 3 lebih cepat. Jumat (2/8) tim berjuluk Laskar Untung Suropati itu telah melakoni laga perdananya dengan bermain away ke Banyuwangi melawan Banyuwangi Putra (BP).

Tim kebanggaan Lasermania –julukan suporter Persekap- itu berhasil memetik satu poin. Pelatih Persekap Aris Budi Prasetyo mengatakan, hasil yang diperoleh timnya sedikit di luar harapan. Karena meski berstatus tamu, Persekap tetap mengincar tiga poin.

Hanya saja setelah melihat jalannya pertandingan, Aris mengaku jika timnya tetap harus bersyukur. Apalagi gol terjadi di menit akhir pertandingan. “Ini, sudah cukup bagus, apalagi kami tanding away. Anak-anak sebenarnya bertanding cukup bagus, hanya finishing touch-nya kurang maksimal,” tandas pelatih yang juga jadi anggota DPRD Kota Pasuruan itu.

Disebutkan Aris, persiapan timnya terbilang mepet. Meski begitu, berbekal komposisi pemain yang sudah kerap bermain bersama, maka untuk membangun teamwork timnya tak terlalu susah.

“Dengan waktu yang singkat, kami mencoba untuk maksimal. Makanya, anak-anak kami ajak berlatih lebih giat. Beberapa pekan sebelum kompetisi, mereka latihan terus tiap hari,” terang Aris Budi.

Aris juga menyampaikan jika program latihan yang diberikan untuk para pemain kali ini lebih terarah. Materi yang diterapkan juga bertahap. Meskipun dia sendiri mengakui, sebagian besar dari pemain belum terbiasa. “Karena disiplin dalam sepak bola merupakan kunci utama,” ujarnya.

Eks pemain Arema FC itu berharap, Persekap akan kembali ke masa kejayaannya. Ia mengajak semua anak asuhnya untuk tampil maksimal dalam setiap laga. Sebab, dengan cara itulah mereka dapat naik ke kasta yang lebih tinggi di musim depan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PSSI Askot Pasuruan Suhaimi. Selama lima tahun terakhir, Persekap meraih hasil kurang memuaskan. Hingga akhirnya kini tim dengan warna kebesaran oranye itu berada di liga amatir.

“Memang selama ini kami tak pernah beruntung dalam kompetisi,” akunya. Hanya saat mengarungi turnamen saja, Persekap sedikit beruntung. Misalnya dalam Piala Kemerdekaan pada 2015 dan ISCB pada 2016. “Itu pun masuk delapan besar,” imbuhnya.

Dari pengalaman itulah, pihaknya berharap kompetisi yang akan dilakoni Persekap musim ini membuahkan hasil yang lebih baik. Sebagai tim amatir, Persekap diharapkan dapat menyedot perhatian semua pihak.

Suhaimi menyebut, baik-buruknya hasil pertandingan yang diraih Persekap saat ini merupakan tanggung jawab bersama. Baik itu Pemda, KONI, maupun PSSI sendiri. “Kami syukuri saja karena sampai saat ini masih ada kontribusi dari Pemda, meskipun sangat terbatas. Mudah-mudahan dengan keterbatasan ini Persekap tetap semangat untuk meraih prestasi,” tegasnya.

Bayu Handika yang ditunjuk sebagai kapten tim juga berambisi membawa kembali Persekap naik kasta. Karena itu, dirinya juga akan memastikan timnya solid selama menjalani pertandingan nanti. “Yang terpenting tidak perlu grogi berhadapan dengan tim lawan. Kita nikmati saja semua pertandingan. Sebisa mungkin, tiap main di kandang sapu bersih tiga poin,” jelas Bayu. (tom/mie)