alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Gempar Ada Bayi di Paiton yang Meninggal Dimakamkan Pakai Protokol Covid-19

PAITON, Radar Bromo– Warga Desa Randutata, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo sedikit geger. Pasalnya, ada warga yang keguguran dam bayinya dikuburkan melalui protokol kesehatan. Karena itu, warga bertanya tanya.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, sebenarnya tidak ada warga yang tahu proses pemakaman bayi tersebut. Sebab, proses pemakaman dilakukan pada malam hari.

“Saya tahunya pagi. Warga sebagian ramai karena kok bisa bayi meninggal dalam kandungan, dikuburkan secara protokol Covid-19,” katanya.

Menurutnya, penguburan tersebut seharusnya biasa saja. Sebab, tidak mungkin bayi yang gugur dan informasinya belum berupa bisa menebarkan virus. Sehingga, menimbulkan kecurigaan. ” Belum berupa sudah dikubur secara pakai protokol penanganan Covid-19. Apakah gak janggal,” terangnya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Anang Budi Yoelijanto mengatakan, memang benar ada warga yang bayinya meninggal di dalam kandungan di Paiton. Pemakamannya juga dilakukan secara protokol. “Yang bersangkutan meninggal tadi malam (Rabu, Red) di RSUD Tongas, ” katanya.

Menurutnya, hal itu memang sudah sewajarnya dilakukan. Sebab, ibu yang bersangkutan saat dirapid test ternyata reaktif. Sehingga, ketika ada pasien reaktif maka dilakukan proses pemakaman secara protokol kesehatan.

“Kami tidak mau mengambil risiko. Ini swab ibunya belum keluar. Sehingga karena anaknya yang meninggal, kami makamkan secara prosedur Covid-19,” tuturnya.

Demikian halnya dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang belum tentu positif korona. Tetapi, pemakamannya dilakukan secara protokol Covid-19. “Kan memang seperti itu. Jadi kami ambil langkah tersebut. Daripada nanti bisa menular dari darahnya atau yang lainnya,” tandasnya. (sid/fun)

PAITON, Radar Bromo– Warga Desa Randutata, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo sedikit geger. Pasalnya, ada warga yang keguguran dam bayinya dikuburkan melalui protokol kesehatan. Karena itu, warga bertanya tanya.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, sebenarnya tidak ada warga yang tahu proses pemakaman bayi tersebut. Sebab, proses pemakaman dilakukan pada malam hari.

“Saya tahunya pagi. Warga sebagian ramai karena kok bisa bayi meninggal dalam kandungan, dikuburkan secara protokol Covid-19,” katanya.

Menurutnya, penguburan tersebut seharusnya biasa saja. Sebab, tidak mungkin bayi yang gugur dan informasinya belum berupa bisa menebarkan virus. Sehingga, menimbulkan kecurigaan. ” Belum berupa sudah dikubur secara pakai protokol penanganan Covid-19. Apakah gak janggal,” terangnya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Anang Budi Yoelijanto mengatakan, memang benar ada warga yang bayinya meninggal di dalam kandungan di Paiton. Pemakamannya juga dilakukan secara protokol. “Yang bersangkutan meninggal tadi malam (Rabu, Red) di RSUD Tongas, ” katanya.

Menurutnya, hal itu memang sudah sewajarnya dilakukan. Sebab, ibu yang bersangkutan saat dirapid test ternyata reaktif. Sehingga, ketika ada pasien reaktif maka dilakukan proses pemakaman secara protokol kesehatan.

“Kami tidak mau mengambil risiko. Ini swab ibunya belum keluar. Sehingga karena anaknya yang meninggal, kami makamkan secara prosedur Covid-19,” tuturnya.

Demikian halnya dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang belum tentu positif korona. Tetapi, pemakamannya dilakukan secara protokol Covid-19. “Kan memang seperti itu. Jadi kami ambil langkah tersebut. Daripada nanti bisa menular dari darahnya atau yang lainnya,” tandasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/