Carok Nguling yang Tewaskan Satu Orang Penyelidikannya Diambil Alih Satreskrim

NGULING, Radar Bromo– Insiden berdarah hingga menewaskan seorang warga yang terlibat carok di Nguling, Kabupaten Pasuruan mendapat atensi penuh pihak kepolisian. Sejumlah saksi kini mulai dimintai keterangan untuk mengusut kasus tersebut, hingga menetapkan siapa orang yang patut dijadikan tersangka dan paling bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kanitreskrim Polsek Nguling Aiptu Zulkifli menyebut kasus itu kini telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Ada beberapa pertimbangan sehingga kasus itu harus ditangani di Polres. Sebab, carok yang melibatkan tujuh orang itu termasuk dalam kejadian menonjol.

Disamping itu, polisi juga mempertimbangkan konektivitas di wilayah terjadinya carok. Polisi meminimalisir aksi susulan, karena bentrokan melibatkan dua kelompok dari desa yang berbeda.

“Perkaranya dilimpahkan ke Polres sehingga nanti Polres yang menangani proses penyelidikannya,” ungkap Zulkifli.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, bentrokan berujung carok yang menewaskan 1 orang dan 4 korban kritis tersebut, membuat warga sekitar was-was. Sebab, muncul informasi dari grup chat yang menyebutkan, akan ada aksi susulan. Terutama kelompok-kelompok yang bersinggungan.

Menurut sumber koran ini di kepolisian, saat ini kawasan sekitar Kedawang dan Nguling, terus menjadi pantauan. Polisi tak berhenti ke kampung warga yang terlibat bentrokan, seraya meyakinkan bahwa perkara ini diselesaikan lewat hukum.

Terpisah, Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan Kota Ipda Mawan Budi Prabowo mengaku akan mengusut kasus carok itu. Sejauh ini, pihaknya masih mendalami hasil olah TKP. “Kasus ini masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

DIRAWAT: Ahmad dan Paidi(Inset), korban bentrokan Nguling. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Nantinya, petunjuk yang didapat dari hasil olah TKP juga akan diperkuat dengan keterangan saksi-saksi. “Sementara ini, kami akan memeriksa beberapa saksi yang mengetahui pada saat kejadian,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden berdarah itu terjadi di Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Selasa (30/6) malam. Ada tujuh orang yang terlibat carok. Seorang diantaranya tewas.

Aksi carok ini disebabkan oleh dendam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.45 di jalan Dusun Sumurlecen, Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Ada tujuh orang dalam dua kelompok yang terlibat carok.

Pertama, kelompok Paidi yang terdiri atas Paidi, 32; Saudi, 29; Saufi, 30; dan Ahmad, 40. Keempat lelaki ini merupakan warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Di kelompok lawan, yaitu kelompok Yunus. Terdiri atas Darsono, 35, warga Desa/Kecamatan Nguling; Yunus, 42; dan Suhadi, 38. Yunus dan Suhadi merupakan warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. (tom/fun)