Radar Bromo

Warga Luruk Kecamatan Besuk untuk Pertanyakan BLT DD yang Belum Diterima

BESUK, Radar Bromo – Bantuan kepada warga terdampak pandemi memang ada baiknya diumumkan. Agar para penerima bisa mengetahui dengan jelas. Selain itu, agar tak terjadi kesalahpahaman karena bantuan warga terdampak sumbernya ada banyak.

Jika tidak, insiden yang terjadi di Desa Randujalak seperti yang kemarin terjadi, bisa terulang. Gara-gara merasa ada warga yang berhak namun tak menerima bantuan, kemarin belasan warga Desa Randujalak mendatangi kantor Kecamatan Besuk. Mereka datang karena merasa ada warga yang sejatinya berhak menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, warga datang sekitar pukul 08.00. Ada belasan warga Desa Randujalak yang datang. Mereka adalah warga yang tidak mendapatkan BLT DD yang dibagikan oleh pemerintah desa setempat.

“Memang benar ada belasan warga Desa Randujalak yang datang. Kemudian saya arahkan pada tempat pengaduan yang disiapkan oleh pihak kami. Ternyata, diketahui warga yang datang itu mempertanyakan perihal bantuan yang diberikan desa, yakni BLT DD,” ujar Camat Besuk Puja Kurniawan.

Puja mengungkap, banyak kesalahpahaman yang diterima oleh warga yang datang ke kantornya. Seperti mempertanyakan kenapa warga yang datang tidak dapat. Setelah menampung aspirasi, pihaknya juga meminta data indentitas warga yang datang seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

“Jadi, aspirasi warga kami tampung. Kemudian saya juga meminta data identitas warga yang datang untuk nantinya akan diberikan kepada pihak desa agar menjadi pertimbangan sebagai penerima bantuan lain,” ujarnya.

Dalam pembagian BLT yang dilakukan Pemerintah Desa Randujalak, Puja melanjutkan, pihaknya telah mengontrol langsung. Hasilnya, bantuan yang dilakukan oleh pemerintah desa memang sudah maksimal.

“Sebenarnya, untuk pemberian bantuan yang dilakukan di Desa Randujalak sudah maksimal. Sesuai dengan pagu yakni 30 persen dari anggaran Dana Desa atau sejumlah 169 KPM. Hanya saya warga memang membutuhkan pemahaman mengenai dana bantuan tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Kades Randujalan Anis Nurhainis mengatakan, warga yang datang ke kecamatan sudah di data oleh desa. Untuk BLT DD di Randujalak, pihak kecamatan dan Dinas PMD sudah langsung turun ke desa untuk mengecek langsung. “Semuanya sudah klir sesuai dengan prosedur karena lewat jalan musdes,” beber Anis.

Insiden serupa juga pernah terjadi di Kecamatan Kraksaan. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Camat Kraksaan Moh Ridwan. “Memang sempat ada warga yang bilang mau datang, hanya saja ketika saya tunggu tidak ada. Saat ini kabar warga yang akan meluruk ke kantor kecamatan, masih kami dalami, untuk kemudian meluruskannya,” ujarnya.

Ridwan menambahkan, dia mendapat informasi warga desa yang akan meluruk tidak lain adalah warga Desa Kregenan. Menurutnya, warga tersebut mempertanyakan nominal bantuan yang diterima warga setempat yang berbeda.

“Jadi, ada kesalahpahaman di masyarakat masih ada. Masyarakat yang mau datang ke kantor mau menanyakan nominal bantuan yang berbeda. Padahal, setiap bantuan yang diberikan memang berbeda. Seperti BLT DD itu Rp 600 ribu dan bantuan lain ada yang nominalnya di bawahnya,” ujarnya. (mg1/fun)