Warga di Sukorejo Resah Ada Kotoran Ayam Milik Perusahaan, Selesai setelah Dijanjikan Dapat Kompensasi

SUKOREJO, Radar Bromo – Warga Dusun Sebandung Timur, Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, sedang resah. Sebulan belakangan, bau busuk kotoran ayam dari sebuah perusahaan peternakan ayam tercium di dusun mereka. Tak tahan dengan baunya, warga pun mengadu ke Polsek Sukorejo.

Selasa (2/6), Polsek Sukorejo menggelar mediasi. Mempertemukan warga dengan perwakilan peternakan yang berlokasi di Desa Kayoman, Kecamatan Purwosari itu.

Dalam mediasi itu, perwakilan warga Dusun Sebandung Timur, hadir. Mereka didampingi BPD dan Kades Sebandung M. Soleh.

Juga hadir Kades Sukorejo M. Yusuf, Kasun Karanglo dan perwakilan warga Dusun Karanglo. Sebab, perusahaan peternakan ayam itu membuang limbah kotoran ayam di lahan milik seorang warga di Dusun Karanglo, Desa Sukorejo.

Hadir juga sekcam dan trantib Kecamatan Sukorejo. Sementara dari perusahaan peternakan ayam, diwakili Budi Santoso.

MEDIASI: Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto memediasi para pihak yang terlibat dalam pembuangan limbah kotoran ayam di Dusun Karanglo, Desa Sukorejo. Para pihak bersepakat pembuangan limbah itu dihentikan. (Foto: Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

 

“Para pihak sengaja kami panggil ke mapolsek untuk proses mediasi. Ini, untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat Dusun Sebandung Timur, Desa Sebandung. Mereka mengeluhkan pembuangan limbah kotoran ayam di Dusun Karanglo, Desa Sukorejo,” jelas Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Harapannya, menurut Kapolsek Sukorejo, ada solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga, ada titik temu antara para pihak yang terlibat masalah ini.

Dalam pertemuan tersebut terungkap, sudah sebulan terakhir limbah kotoran ayam itu dibuang di Dusun Karanglo, Desa/ Kecamatan Sukorejo. Tepatnya sejak memasuki minggu kedua Ramadan.

Limbah itu dibuang di sebuah lahan kosong milih seorang warga Dusun Karanglo. Berbatasan dengan Dusun Sebandung Timur, Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo.

Perusahaan sendiri, menyewa lahan itu pada pemilik sebesar Rp 2 juta setahun. Selanjutnya, limbah dikelola oleh warga setempat untuk dijadikan kompos. Sebab, warga setempat memang kebanyakan bertani.

Masalah kemudian muncul karena pengolahan limbah itu menimbulkan bau busuk. Dan bau busuk itu tercium di Dusun Sebandung Timur, Desa Sebandung.

Saat cuaca sedang panas, bau busuk tidak begitu kuat tercium. Namun, saat sedang hujan, bau busuk itu makin kuat. Apalagi, limbah dibiarkan dalam kondisi terbuka, tanpa penutup.

Kades Sebandung M. Soleh pun menyampaikan keluhan warganya yang terganggu dengan bau busuk itu. Terutama saat hujan turun dan kondisi udara lembap.

“Warga kami di Dusun Sebandung Timur mencium bau busuk kotoran ternak ini. Setelah ditelusuri, ternyata dari pembuangan kotoran ayam peternakan di Dusun Karanglo, Desa Sukorejo. Kami menuntut penghentian pembuangan kotoran ternak itu. Kami juga menuntut kotoran ternak itu diangkut lagi dan warga mendapat kompensasi,” ucap Kades Sebandung M. Soleh.

Budi Santoso, perwakilan perusahaan peternakan ayam menuturkan, pemilihan lokasi pembuatan kotoran ayam itu bukan tanpa alasan. Seorang warga di Dusun Karanglo, Desa Sukorejo, yang meminta pihaknya membuang kotoran ayam itu di sana.

Pada warga itu, pihak perusahaan menyewa lahan Rp 2 juta setahun. Warga setempat lanyas mengelola kotoran ayam itu untuk menjadi pupuk.

“Kotoran ayamnya dibuang ke sana dari peternakan kami di Kayoman, Purwosari dalam keadaan basah. Kami kirim tiap hari, sesuai permintaan untuk dikeringkan dan kemudian dibuat kompos,” bebernya.

Mediasi itu sendiri berlangsung alot sejak pagi, hingga menjelang sore. Namun, akhirnya didapat beberapa kesepakatan. Di antaranya, warga Dusun Sebandung Timur yang terdampak bau tak sedap mendapat kompensasi total Rp 6 juta. Masing-masing Rp 3 juta dari perusahaan peternakan ayam dan pengelola kotoran ayam.

“Kompensasinya akan dibayarkan Sabtu (6/6). Lalu, pembuatan kotoran ayam dihentikan dan dievakuasi paling lambat hingga satu bulan ke depan dari tanggal surat pernyataan dibuat,” ujar Sekcam Sukorejo Purwoko Putro. (zal/hn/fun)