Bikin Cek Poin di Perbatasan untuk Jaga Kabupaten Probolinggo Zero Covid-19

TONGAS, Radar Bromo– Antisipasi penyebaran virus korona masuk ke Probolinggo terus dilakukan oleh Pemkab Probolinggo. Tiga titik pintu masuk ke daerah diberlakukan cek poin dengan menempatkan titik pemeriksaan kesehatan bagi penumpang yang menuju ke Kabupaten maupun ke Kota Probolinggo.

Pemeriksaan penumpang yang melintasi dan menuju Kabupaten Probolinggo, dilakukan dengan alur sesuai standar operasional prosedur (SOP) tentang kewaspadaan Covid-19. Diawali dengan pengecekan identitas penumpang oleh petugas dan dilanjutkan dengan pemeriksaan suhu tubuh seluruh penumpang dengan thermo gun. Hingga pemeriksaan dengan thermal scanner massal.

Selain itu, dilakukan pemantauan bagi yang mengalami tanda maupun gejala yang disertai dengan batuk, pilek dan sesak. Apabila pelaku perjalanan ditemukan demam, batuk, pilek dan sesak, segera menggunakan masker dan memasuki ruangan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, wawancara dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter khusus. Jika tidak ada tanda-tanda tersebut, dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanannya.

Bupati Probolinggo P Tantriana Sari mengatakan, seluruh masyarakat yang melintasi daerahnya, dicek terlebih dulu. Itu dilakukan untuk mempertahankan Kabupaten Probolinggo yang masih bebas Covid-19 hingga 2 April 2020.

“Kondisi ini memaksa saya selaku Bupati Probolinggo untuk membuat strategi.  Caranya dengan mempertahankan agar supaya meminimalisir segala risiko dan kemungkinan virus Covid-19 agar tidak menyebar ke Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Tantri-sapaannya- demi mempertahankan status zero positif Covid-19, pihaknya memerintahkan Dishub bersama OPD terkait bersinergi dengan TNI-Polri yang tujuannya untuk mengedukasi orang-orang. Utamanya yang keluar masuk di daerahnya. Serta menganjurkan mereka yang kepentingan tidak terlalu mendesak, lebih baik untuk kembali ke rumahnya.

TERUS KOORDINASI: Dalam pencegahan wabah korona, Pemkab Probolinggo terus berkoordinasi dengan lintas instansi. (Foto: Kominfo for Jawa Pos Radar Bromo)

“Cek poin ini dilakukan untuk meminimalisir gelombang kedatangan orang-orang dari daerah lain yang menuju ke Kabupaten Probolinggo. Ini merupakan sebuah upaya preventif Pemkab Probolinggo. Untuk pengawalan oleh satgas kecamatan dan desa sebelum melakukan karantina mandiri,” jelasnya.

Para penumpang yang suhu tubuhnya diatas 37,5 derajat, diperiksa tenaga kesehatan dari rumah sakit dan puskesmas. Pemeriksaan ini dilakukan secara teliti. Jika ada keluhan pusing, panas dan sebagainya, akan diberikan obat secara gratis bagi penumpang manapun. Termasuk mereka yang bukan dari Kabupaten Probolinggo. Terpenting, kata bupati, adalah memahami dan mematuhi protokol kesehatan.

“Bahkan kami sudah menerapkan physical distancing dan mengadministrasi lalu lalang orang-orang yang masuk dari luar daerah Kabupaten Probolinggo maupun yang baru bepergian dari daerah-daerah episentrum untuk datanya dihubungkan dengan Dinas Kesehatan. Yang secara otomatis berstatus menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP),” pungkasnya.

Cek poin yang dibuat pemkab ada tiga lokasi. Pertama di perbatasan Pasuruan Probolinggo di Tongas; Kedua di perbatasan Kabupaten Lumajang-Kabupaten Probolinggo di Tegalsiwalan;  dan ketiga di perbatasan Probolinggo Situbondo di Paiton. (sid/fun)