Perempuan Pelaku Gendam Asal Kraton Ini Diduga Pernah Beraksi di Lima TKP

NGULING – Aksi penipuan bermodus gendam yang dilakukan Solihah, 35, terhadap Nuchailatul Urziyah, 28, diduga bukan kali pertama. Dari hasil penyidikan sementara, warga Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, ini diduga pernah beraksi di lima tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Reskrim Polsek Nguling Aiptu Adjie Anggoro mengatakan, Jumat (1/3) lalu, kepala Desa Pulokerto mendatangi Mapolsek Nguling. Dia mengaku pernah di-waduli lima orang yang menyatakan pernah ditipu Solihah. Tapi, lima orang itu belum melapor ke kepolisian.

Karenanya, Adjie mengaku tidak bisa menindak lanjuti informasi tersebut. “Pak kades (kepala desa) menceritakan modusnya sama dengan yang dilakukan Solihah pada Nuchailatul Urziyah. Yakni, mengajak berkenalan lalu didatangi ke rumahnya. Solihah lantas berpura-pura menjadi orang kaya dan menggendam pemilik rumah,” ujarnya.

Adjie mengatakan, kepada penyidik, Solihah mengaku terpaksa melakukan penipuan dan penggelapan bermodus gendam karena terlilit utang. Kepastian ini juga disampaikan suami Solihah saat mendatangi Mapolsek Nguling, beberapa waktu lalu.

“Suaminya membenarkan memang banyak utang, namun utang itu katanya sudah dilunasi. Suaminya sempat mencari keberadaan Solihah, tapi tidak ketemu. Sebelum akhirnya Solihah kami tangkap di Alun-Alun Bangil,” ujarnya.

Diketahui, Rabu (27/2) lalu, Solihah dibekuk anggota Polsek Nguling ketika berada di sebuah warung di sisi utara Alun-Alun Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ia ditangkap berdasarkan laporan Nuchailatul Urziyah, warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Korban mengaku menjadi korban penipuan tersangka. (riz/rud)