PDAM Tutup Saluran Air yang Diduga Sering Dicuri

TUTUP SALURAN: Pekerja PDAM Kabupaten Probolinggo menutup saluran pipa air PDAM di Desa Condong, Kecamatan Gading, kemarin. Pipa ini sudah sekitar setahun tidak terpakai. (PDAM Kabupaten Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo- Pencurian air Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Probolinggo terus bermunculan. Kemarin, diduga ada pencurian air PDAM di Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Mengantisipasi kejadian serupa, PDAM langsung menutup pipa saluran air tersebut.

Kabag Hubungan Langganan PDAM Kabupaten Probolinggo Hari Supriyanto mengatakan, penutupan saluran pipa PDAM yang sudah lama tidak digunakan dilakukan setelah diduga atau ditemukan pemakai air PDAM secara ilegal. “Mulai awal tahun ini kami akan lebih gencar melakukan monitoring saluran pipa PDAM yang tidak dipakai selama setahun lebih. Dimulai dari saluran di Desa Condong, kami tutup agar tidak digunakan secara ilegal,” ujarnya.

PDAM telah melakukan monitoring dan pendataan sabungan rumah (SR) yang telah dicabut selama kurun waktu lima tahun terakhir. Hasilnya, di Unit Condong, terdapat 152 SR; di Unit Pedagangan (Kecamatan Tiris) terdapat 755 SR; di Unit Tiris ada 586 SR; dan di Unit Banyuanyar terdapat 938 SR.

“Condong, Pedagangan, Tiris, dan Banyuanyar merupakan daerah integrase. Tentu kami lakukan monitoring. Jika ditemukan pipa tidak terpakai, maka akan segera ditutup,” ujarnya.

Monitoring dilakukan untuk mengetahui SR yang telah dinyatakan tidak aktif. Meliputi SR yang sudah dicabut, SR yang ditutup sementara, dan SR yang tidak direkeningkan. Hasilnya kemudian dikroscek dan salurannya dicek secara intensif.

“Karena beberapa waktu lalu ditemukan kasus pemakaian air secara ilegal yang menimbulkan kerugian pada perusahaan. Tahun ini kami upayakan tidak terjadi kecolongan lagi,” ujar Hari.

Pemakaian air secara ilegal oleh warga ini merupakan salah satu bentuk kehilangan nonfisik yang menyebabkan penurunan retribusi air PDAM. Pemakaian air yang memanfaatkan saluran air tanpa melewati water meter, pemakaiannya tidak dapat dicatat. “Daerah integrasi menjadi salah satu fokus monitoring. Jika kami temukan, maka akan langsung kami tutup pipa salurannya,” ujarnya. (ar/fun)