alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Monday, 23 November 2020

Atap TK di Kotaanyar Ambruk usai Diterjang Angin Kencang, Untung Saat Malam Hari

KOATANYAR, Radar Bromo– Atap ruang kelas taman kanak-kanak (TK) PKK Pertiwi di Desa/Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo ambruk. Itu terjadi setelah hujan disertai angin kencang, melanda daerah tersebut Rabu (1/1) malam.

Diduga atap ruangan tersebut tidak kuat ditimpa hujan deras dan angin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi sekitar pukul 19.00. Malam itu kawasan Kotaanyar diterjang hujan deras dan angin kencang sejak sore hari.

Iptu Agus Sumarsono, Kapolsek Kotaanyar mengatakan, pada hari kejadian daerahnya dilanda cuaca ekstrem. Hujan terjadi sejak pagi hingga malam hari. Namun, saat itu hanya rintikan atau hujan gerimis. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi ketika sudah memasuki pukul 17.00.

“Habis maghrib sudah mulai lebat. Untuk siang sampai sore hanya gerimis saja.  Malam itu baru lebat dan anginnya juga sangat besar,” katanya.

Hujan lebat dan angin kencang didaerahnya itu baru hari itu terjadi. Sebelumnya, daerahnya jarang turun hujan. “Baru kemarin (Rabu, Red). Kalau sebelumnya tidak ada hujan. Disini sumur-sumur sebelum turun hujan kemarin banyak yang kering,” tandasnya.

Tak disangka, hujan disertai angin kencang yang datang, justru membuat bangunan TK PKk itu ambruk. Dugaan sementara, ambruknya atap bangunan itu karena tidak kuat menahan beban. “Hujan kan deras sekali. Karena itu mungkin karena tidak kuat akhirnya ambruk, ” terangnya.

Atas insiden tersebut, selang keesokan harinya atau pagi kemarin, ada seorang guru yang hendak masuk. Tetapi, alangkah kagetnya ia setelah melihat bangunanya ambruk. Karena itu, ia langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Tahunya sekitar jam 7 an itu. Salah seorang guru mau mengajar. Ternyata bangunannya ambruk. Mungkin tidak diketahui ambruk karena saking derasnya hujan,” katanya.

Karena kejadian itu, siswa siswi TK PKK Pratiwi harus rela menunda kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu Namiasih, Keoala Sekolah TK itu mengatakan, pihaknya baru mengetahui bahwa atap sekolah dan sebagian temboknya itu ambruk berdasarkan laporan dari penjaga sekolah. Mendengar itu, lantas kemudian ia langsung mengecek kebenarannya.

“Saya dilapori bahwa sekolah ambruk. Ya saya kaget dan langsung mengecek, ” katanya.

DIBERSIHKAN: Sebelum ambruk, hujan disertai angin kencang memang turun di wilayah Kotaanyar pada Rabu (1/1) malam. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Ia menjelaskan, sekolah sebenarnya baru masuk hari ini. Namun karena musimbah tersebut, untuk sementara sekolah diliburkan. Sembari mencari ruang kosong untuk sebagai kelas pengganti.

“Kemarin (Rabu) kan libur. Jadi tidak ada korban. Ini sekarang diliburkan dulu, ” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, pihaknya dengan segera mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan ada bangunan ambruk itu. Hal itu dilakukan untuk segera mengevakuasi dan menyelamatkan barang barang yang masih bisa digunakan.

“Sudah kami tangani. Kami lakukan pembersihan terhadap puing puing bangunan, ” katanya.

Menurutnya, kedepan intensitas hujan masih akan cukup tinggi. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat itu tetap waspada dan hati hati. Jika ada hujan lebat yang disertai angin agar mereka segera menghindari pepohonan.

“Saya harap warga menghindari bangunan atau pepohonan yang berpotensi mudah roboh. Kalau untuk TK di Kotaanyar, itu atapnya yang ambruk, hingga saat ini masih dalam proses assessment anggota,” katanya. (sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Seniman Ludruk Probolinggo Cak Mukadi Tutup Usia  

Rencananya jenazah Cak Mukadi akan dimakamkan di TPU setempat, Selasa (24/11)

Masuk Tengah Kota, Truk Terguling di Depan Yon Zipur Probolinggo

Truk terjatuh di jalur terlarang untuk dilewati kendaraan besar seperti truk.

Bertahan di Tengah Pandemi, UMKM Harus Adaptasi dengan Digitalisasi

Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi

Tak Berizin, Satpol PP Turunkan Baliho Habib Rizieq di Bangil

Ada 3 baliho Habib Rizieq yang diturunkan di Bangil. Sementara di Pasrepan diturunkan sendiri oleh pemasang.

Rem Blong, Truk Tabrak Pagar-Pos Sekuriti di Sumbersuko Gempol  

Sopir truk selamat usai melompat sesaat sebelum terjadi tabrakan.