Polisi Kesulitan Saksi dan Petunjuk untuk Ungkap Pembunuhan Penjual Nasi

SUKOREJO, Radar Bromo – Sudah setahun lebih, insiden pembunuhan Yahyul, 46, berlalu. Sampai kini, pelaku pembunuhan penjual nasi jagung dalam Pasar Sukorejo tersebut, belum terungkap.

Walau begitu, kepolisian masih belum menyerah untuk mencari pelakunya. Penyelidikan kasus ini juga masih berlanjut. Polisi sudah memeriksa banyak saksi. Tepatnya sekitar 14 orang, dan jumlah tersebut dipastikan akan bertambah jika ada perkembangan.

“Dari para saksi yang kami periksa di mapolsek, tidak ada satu pun mengetahui secara langsung di lokasi kejadian. Kemudian petunjuk lain juga minim, seperti korban tidak bawa HP. Termasuk rekaman CCTV nya pun tak ada. Jadi belum mengerucut ke seseorang diduga pelaku,” beber Kanitreskrim Polsek Sukorejo Bripka Soni Julianto.

Kanitreskrim menuturkan, dalam kasus ini, dilihat dari olah TKP dan juga hasil otopsi, korban mengalami luka di kepala belakang, bibir, kening dan sebagainya. Tewasnya korban akibat pukulan benda tumpul.

Kejadiannya diduga berlangsung siang hari bersamaan dengan salat Jumat, di mana saat itu TKP sepi orang. Hingga insiden baru diketahui sore harinya, saat salah seorang anaknya datang untuk menjenguk korban.

“Dugaan kami pelakunya dilakukan satu orang. Motifnya masuk ke warung korban untuk mencuri, tahu kalau Jumat warungnya tutup. Saat melakukan aksinya, pelaku kepergok korban dan seketika itu spontan langsung menghabisinya hingga tewas,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yahyul yang diketahui berasal dari Dusun Glatik Timur, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, ditemukan tewas, Jumat (23/3) 2018 lalu. Saat itu dia tergeletak di lantai dan bersimbah darah. (zal/fun)