Penerimaan Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing Capai Rp 1,6 Miliar

PASURUAN, Radar Bromo – Sampai kuartal kedua atau akhir Agustus kemarin, penerimaan retribusi dari tenaga kerja asing di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 1,611 Miliar. Jumlah ini tercatat 79,73 persen dari target yang ditetapkan yakni Rp 2,02 Miliar.

Tri Agus Budiharto, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan melalui Bachtiar Perihatin, Kasi Penempatan dan Bursa Kerja mengatakan bahwa banyaknya Perusahaan Modal Asing (PMA) di Kabupaten Pasuruan turut mempekerjakan tenaga asing. Setiap tenaga asing ada retribusi notifikasi tenaga kerja asing yang rutin dibayarkan ke Dinas Tenaga Kerja setiap bulannya.

“Itupun tergantung wilayah kerja tenaga asing. Jika tenaga asing bekerja hanya 1 tempat di Kabupaten Pasuruan, baru retribusi tenaga asingnya masuk ke Disnaker Kabupaten Pasuruan,” terangnya. Namun jika pekerja tersebut bekerja di 2 tempat dalam satu Provinsi, maka retribusinya masuk ke Provinsi dan jika lebih dari 1 Provinsi maka langsung masuk ke pusat.

Saat ini tercatat di Kabupaten Pasuruan ada sebanyak 102 Tenaga Kerja Asing yang terdata bekerja di Kabupaten Pasuruan. Namun jumlah TKA yang bekerja bisa saja lebih tinggi karena TKA yang bekerja antar wilayah terdata langsung di Kementerian Tenaga Kerja.

Adapun tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Pasuruan kebanyakan adalah dari top manajemen. Paling banyak adalah dari TKA asal Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia sampai Australia.

Untuk pembayarannya langsung di-handle oleh perusahaan tempat mereka bekerja, atau dimana TKA dipekerjakan guna membayar retribusi. Mayoritas, TKA asing ini bekerja di PMA, khususnya di kawasan PIER, Beji sampai kawasan Barat Kabupaten Pasuruan, mulai dari Gempol, Pandaan sampai Purwosari, Kejayan dan Rejoso.

“Dengan realisasi saat ini yang mencapai 79 persen, kami optimistis realisasi bisa tercapai sampai akhir tahun nanti,” ujarnya. (eka/fun)