alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Beban PJU di Kota Pasuruan Rp 6,8 Miliar, Tiap Bulan Keluarkan Rp 700-800 Juta

GADINGREJO, Radar Bromo – Upaya Pemkot Pasuruan menekan pembiayaan ribuan titik penerangan jalan umum (PJU) di kota, membuahkan hasil. Sepanjang 2019, Pemkot membayar beban rekening listrik PJU perkotaan rata-rata Rp 700 juta – Rp 800 juta per bulan.

Kepala UPT PJU di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Ari Widodo mengungkap total beban PJU yang harus dibayar mencapai Rp 6,8 miliar, Januari-September 2019. Rata-rata beban rekening listrik PJU selama sembilan bulan itu mencapai Rp 700 juta – Rp 800 juta per bulan. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Ia merinci, beban rekening PJU terendah terjadi pada Maret sebesar Rp 729.432.137. Sedangkan yang paling tinggi pada September, sebesar Rp 783.444.028. Sementara untuk Januari dan Februari, Pemkot membayar beban berturut-turut Rp 753.285.033 dan Rp 772.911.731.

Selanjutnya, pada periode April–Agustus, berturut-turut beban rekening PJU adalah Rp 753.533.654; Rp 757.859.743; Rp 753.202.242; Rp 747.864.178; dan Rp 749.160.431. Beban PJU ini sesuai data yang diperoleh Dishub dari PLN areal Pasuruan.

Jika dibandingkan, menurutnya, beban PJU tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Total, tahun lalu beban PJU Pemkot mencapai Rp 9,7 miliar.

“Kalau dihitung rata-rata, Pemkot harus mengeluarkan Rp 812.764.083 setiap bulannya. Sementara tahun ini per bulan rata-rata sekitar Rp 750 jutaan,” ungkapnya.

Ari -sapaan akrabnya- menjelaskan, penurunan beban PJU ini tidak lepas dari penggunaan lampu LED di sejumlah titik sejak akhir 2018. Lampu LED sengaja dipakai karena hemat energi. Sehingga, bisa menghemat beban tagihan PJU. Karena itulah, pihaknya optimis beban PJU hingga akhir tahun 2019 tidak sebesar tahun lalu.

Tahun ini, Dishub mengganti sejumlah lampu PJU dengan lampu LED. Total ada 156 titik lampu yang akan diganti dengan LED, tahun ini. Yakni, di Jalan Panglima Sudirman sebanyak 109 titik, Jalan Pahlawan 32 titik, dan Jalan Balaikota ada 15 titik.

“Insyaallah, beban PJU tahun ini bisa ditekan. Tidak akan sebesar tahun lalu yang mencapai Rp 9,7 miliar. Buktinya, selama sembilan bulan di tahun ini, hanya mencapai Rp 6,7 miliar. Sementara tahun ini hanya menyisakan tiga bulan saja,” pungkas Ari. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Upaya Pemkot Pasuruan menekan pembiayaan ribuan titik penerangan jalan umum (PJU) di kota, membuahkan hasil. Sepanjang 2019, Pemkot membayar beban rekening listrik PJU perkotaan rata-rata Rp 700 juta – Rp 800 juta per bulan.

Kepala UPT PJU di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Ari Widodo mengungkap total beban PJU yang harus dibayar mencapai Rp 6,8 miliar, Januari-September 2019. Rata-rata beban rekening listrik PJU selama sembilan bulan itu mencapai Rp 700 juta – Rp 800 juta per bulan. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Ia merinci, beban rekening PJU terendah terjadi pada Maret sebesar Rp 729.432.137. Sedangkan yang paling tinggi pada September, sebesar Rp 783.444.028. Sementara untuk Januari dan Februari, Pemkot membayar beban berturut-turut Rp 753.285.033 dan Rp 772.911.731.

Selanjutnya, pada periode April–Agustus, berturut-turut beban rekening PJU adalah Rp 753.533.654; Rp 757.859.743; Rp 753.202.242; Rp 747.864.178; dan Rp 749.160.431. Beban PJU ini sesuai data yang diperoleh Dishub dari PLN areal Pasuruan.

Jika dibandingkan, menurutnya, beban PJU tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Total, tahun lalu beban PJU Pemkot mencapai Rp 9,7 miliar.

“Kalau dihitung rata-rata, Pemkot harus mengeluarkan Rp 812.764.083 setiap bulannya. Sementara tahun ini per bulan rata-rata sekitar Rp 750 jutaan,” ungkapnya.

Ari -sapaan akrabnya- menjelaskan, penurunan beban PJU ini tidak lepas dari penggunaan lampu LED di sejumlah titik sejak akhir 2018. Lampu LED sengaja dipakai karena hemat energi. Sehingga, bisa menghemat beban tagihan PJU. Karena itulah, pihaknya optimis beban PJU hingga akhir tahun 2019 tidak sebesar tahun lalu.

Tahun ini, Dishub mengganti sejumlah lampu PJU dengan lampu LED. Total ada 156 titik lampu yang akan diganti dengan LED, tahun ini. Yakni, di Jalan Panglima Sudirman sebanyak 109 titik, Jalan Pahlawan 32 titik, dan Jalan Balaikota ada 15 titik.

“Insyaallah, beban PJU tahun ini bisa ditekan. Tidak akan sebesar tahun lalu yang mencapai Rp 9,7 miliar. Buktinya, selama sembilan bulan di tahun ini, hanya mencapai Rp 6,7 miliar. Sementara tahun ini hanya menyisakan tiga bulan saja,” pungkas Ari. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/