alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Ajukan Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bersama, 22 Narapidana Lapas Pasuruan Minta Bebas

PURWOREJO, Radar Bromo – Sejumlah 22 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan mengajukan pembebasan bersyarat (PB) dan cuti bersyarat (CB). Karenanya, Senin (30/9) Lapas Pasuruan bersama anggota Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Kota Malang menggelar sidang PB-CB.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Anggre Anandayu. Serta, diikuti oleh 22 warga binaan pemohon PB-CB. Anggre mengatakan, sidang ini untuk membahas kelayakan warga binaan yang mengajukan PB-CB.

Kelayakan ini melihat sejumlah aspek, seperti kelakuan dan sikap selama di Lapas. Warga binaan itu sudah memenuhi persyaratan dan aktif mengikuti seluruh kegiatan di Lapas atau tidak.

SESUAI TAHAPAN: Sidang yang digelar di Lapas Pasuruan. (Lapas Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

“Ada 22 warga binaan yang mengikuti sidang TPP. Rinciannya, 15 warga binaan mengajukan PB, sementara sebanyak tujuh orang mengajukan CB. Selain persyaratan umum, kelakuan dan keaktifan selama di Lapas menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya.

Anggre menjelaskan, persyaratan umum untuk CB diperuntukkan bagi terpidana yang dikenakan hukuman di bawah 1,5 tahun penjara. Sementara, PB untuk terpidana yang mendapatkan hukuman di atas 1,5 tahun penjara. Mereka bisa mengajukan pada pihak Lapas, asalkan sudah menjalani hukuman minimal separonya.

Dalam persidangan itu, TPP juga menjelaskan mekanisme CB-PB dan hal-hal yang harus dilakukan jika pengajuan mereka dipenuhi. Pengajuan warga binaan ini lantas kembali diusulkan secara online untuk mendapatkan surat keputusan (SK) dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum-HAM.

“Saat ini pengajuan warga binaan yang dipandang memenuhi syarat sudah kami ajukan ke Pusat. Kalau SK itu turun, barulah mereka mendapatkan PB-CB. Namun, mereka tetap wajib melapor sebulan sekali ke Lapas,” ujar Anggre. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Sejumlah 22 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan mengajukan pembebasan bersyarat (PB) dan cuti bersyarat (CB). Karenanya, Senin (30/9) Lapas Pasuruan bersama anggota Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Kota Malang menggelar sidang PB-CB.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Anggre Anandayu. Serta, diikuti oleh 22 warga binaan pemohon PB-CB. Anggre mengatakan, sidang ini untuk membahas kelayakan warga binaan yang mengajukan PB-CB.

Kelayakan ini melihat sejumlah aspek, seperti kelakuan dan sikap selama di Lapas. Warga binaan itu sudah memenuhi persyaratan dan aktif mengikuti seluruh kegiatan di Lapas atau tidak.

SESUAI TAHAPAN: Sidang yang digelar di Lapas Pasuruan. (Lapas Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

“Ada 22 warga binaan yang mengikuti sidang TPP. Rinciannya, 15 warga binaan mengajukan PB, sementara sebanyak tujuh orang mengajukan CB. Selain persyaratan umum, kelakuan dan keaktifan selama di Lapas menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya.

Anggre menjelaskan, persyaratan umum untuk CB diperuntukkan bagi terpidana yang dikenakan hukuman di bawah 1,5 tahun penjara. Sementara, PB untuk terpidana yang mendapatkan hukuman di atas 1,5 tahun penjara. Mereka bisa mengajukan pada pihak Lapas, asalkan sudah menjalani hukuman minimal separonya.

Dalam persidangan itu, TPP juga menjelaskan mekanisme CB-PB dan hal-hal yang harus dilakukan jika pengajuan mereka dipenuhi. Pengajuan warga binaan ini lantas kembali diusulkan secara online untuk mendapatkan surat keputusan (SK) dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum-HAM.

“Saat ini pengajuan warga binaan yang dipandang memenuhi syarat sudah kami ajukan ke Pusat. Kalau SK itu turun, barulah mereka mendapatkan PB-CB. Namun, mereka tetap wajib melapor sebulan sekali ke Lapas,” ujar Anggre. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/