alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

32 Kepala Keluarga di Kota Pasuruan Urung Dapat Bantuan Rumah Tak Layak Huni

PURWOREJO, Radar Bromo – Puluhan kepala keluarga (KK) di Kota Pasuruan, urung mendapatkan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) tahun ini. Sebab, bakal penerima bantuan itu tidak memenuhi syarat, sehingga setelah melalui proses verifikasi data, mereka dicoret.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko memastikan jumlah penerima bantuan RTLH tahun ini ada 168 KK. Saat ini masih dalam proses administrasi sebelum dana bantuan rehab itu dicairkan.

Hery menyebut, 168 KK penerima bantuan itu tidak serta-merta diputuskan. Melainkan melalui proses panjang. Sebab, jumlah calon penerima yang diusulkan setiap kelurahan sejak 2018 lalu sebanyak 577 KK. “Tetapi, dari jumlah yang diusulkan itu, hanya 346 KK yang masuk BDT (basis data terpadu), sedangkan 231 KK tak terdaftar dalam BDT,” ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya menentukan 200 bakal penerima lantaran menyesuaikan dengan alokasi anggaran pemerintah. Proses verifikasi kembali dilakukan sebelum memasuki tahap pencairan. Hasilnya, ada 32 KK yang urung mendapatkan bantuan rehab RTLH.

Rinciannya, sebanyak 19 KK dari Kecamatan Panggungrejo; 4 KK dari Kecamatan Bugul Kidul; 1 KK dari Kecamatan Purworejo; dan 8 KK dari Kecamatan Gadingrejo. “Ada beberapa faktor yang membuat bakal penerima urung mendapat bantuan rehab,” ujar Hery.

Di antaranya, rumah yang diusulkan mendapat bantuan rehab merupakan gudang. Lalu, ada 13 KK yang sudah merehab bangunan rumahnya sendiri. Kemudian, juga ada rumah yang bukan hak milik, serta kondisi keluarga tergolong mampu. “Ada juga yang sudah pernah mendapat bantuan selama kurun waktu 10 tahun terakhir, sehingga bantuan tidak bisa diberikan lagi,” ujarnya. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Puluhan kepala keluarga (KK) di Kota Pasuruan, urung mendapatkan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) tahun ini. Sebab, bakal penerima bantuan itu tidak memenuhi syarat, sehingga setelah melalui proses verifikasi data, mereka dicoret.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko memastikan jumlah penerima bantuan RTLH tahun ini ada 168 KK. Saat ini masih dalam proses administrasi sebelum dana bantuan rehab itu dicairkan.

Hery menyebut, 168 KK penerima bantuan itu tidak serta-merta diputuskan. Melainkan melalui proses panjang. Sebab, jumlah calon penerima yang diusulkan setiap kelurahan sejak 2018 lalu sebanyak 577 KK. “Tetapi, dari jumlah yang diusulkan itu, hanya 346 KK yang masuk BDT (basis data terpadu), sedangkan 231 KK tak terdaftar dalam BDT,” ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya menentukan 200 bakal penerima lantaran menyesuaikan dengan alokasi anggaran pemerintah. Proses verifikasi kembali dilakukan sebelum memasuki tahap pencairan. Hasilnya, ada 32 KK yang urung mendapatkan bantuan rehab RTLH.

Rinciannya, sebanyak 19 KK dari Kecamatan Panggungrejo; 4 KK dari Kecamatan Bugul Kidul; 1 KK dari Kecamatan Purworejo; dan 8 KK dari Kecamatan Gadingrejo. “Ada beberapa faktor yang membuat bakal penerima urung mendapat bantuan rehab,” ujar Hery.

Di antaranya, rumah yang diusulkan mendapat bantuan rehab merupakan gudang. Lalu, ada 13 KK yang sudah merehab bangunan rumahnya sendiri. Kemudian, juga ada rumah yang bukan hak milik, serta kondisi keluarga tergolong mampu. “Ada juga yang sudah pernah mendapat bantuan selama kurun waktu 10 tahun terakhir, sehingga bantuan tidak bisa diberikan lagi,” ujarnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/