Dianggap Cemarkan Sungai, Warga Lurug Tempat Pengolahan Plastik di Kebonwaris

PROTES: Warga membawa poster bernada protes terhadap usaha pengolahan dan penucian plastik bekas di Dusun Bangajang, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Senin kemarin (1/10). (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANDAAN – Sebuah tempat pengolahan dan pencucian plastik bekas di Dusun Bangajang, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan Senin pagi (1/10), di lurug sekitar warga sekitar. Ini lantaran warga memprotes usaha milik milik Husen, warga dusun setempat, karena dianggap melakukan pencemaran lingkungan.

Warga setempat yang mayoritas laki-laki tersebut tak hanya sekedar datang. Namun mereka juga membawa poster yang isinya bernada protes.

Informasinya, protes itu bermula karena pembuangan limbah cair dari usaha pengolahan dan pencucian plastik tersebut, dibuang ke sungai di dusun setempat. Usaha yang sudah dua tahun berjalan itu, dianggap tak mempedulikan lingkungan.

“Air limbahnya dibuang ke sungai, berasal dari sisa pencucian dan pengolahan plastik milik Husen. Selain keruh, kadang berwarna, juga menimbulkan bau. Kami dan warga lainnya tak betah,” protes Mufron, warga dusun setempat.

Sebelum melakukan aksi ini bersama warga lainnya, kata Mufron, warga melalui RT hingga kasun sudah berulangkali memperingatkan pemilik usaha tersebut. Usaha itu diminta untuk memperhatikan kualitas limbah cair yang dibuang ke sungai, dan tak sampai mencemari lingkungan. Dikeluhkan warga selama ini.

“Warga tak boleh dirugikan adanya pembuangan limbah cair ini. Jika tetap ingin produksi silahkan, tapi limbah cairnya jangan dibuang sembarangan dan diolah secara benar,” tegasnya.

Tak lama berselang dengan difasilitasi perangkat desa dan juga didampingi Babinsa dan Babinkambtibmas Desa Kebonwaris, perwakilan warga melakukan pertemuan langsung dengan Husen. Warga lalu bermediasi dengan pemilik usaha ini di kediamannnya.

Hasilnya kemudian disepakati berupa surat pernyataan yang ditanda tangani langsung Husen. Isinya tidak akan membuang limbah cair ke sungai. Pembuatan surat itu disaksikan dan ditanda tangani tujuh orang perwakilan warga dusun setempat.

“Usulan dan saran warga tentunya kami perhatikan. Pengolahan limbah cairnya memang belum maksimal, segera dilakukan perbaikannya. Untuk ijin pembuangan limbah cair (IPLC) nya sudah diajukan ke DLH Kabupaten Pasuruan,” ujar Husen. (zal/fun)