alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Warga Kalibuntu Lurug RS Waluyo Jati, Jemput Paksa Pasien Korona

KRAKSAAN, Radar Bromo– Puluhan warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, melurug RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Mereka hendak menjemput paksa warga setempat yang rencananya dipindah ke rumah sehat, Sari Indah Gending lantaran positif korona.

Ada dua warga Kalibuntu yang dinyatakan positif dan sedang dirawat di RSUD. Keduanya yaitu Hl, 38, dan Sk. Mereka dirawat di RSUD sejak Minggu (30/8). Dan Rabu (2/9), pihak keluarga diberi kabar bahwa keduanya akan dipindah ke rumah sehat.

Rupanya, kabar bahwa keduanya akan dipindah ke rumah sehat menyebar cepat. Keluarga keduanya yang tidak terima bersama puluhan warga Kalibuntu lantas mendatangi RSUD. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor, kemarin (2/9) selepas Magrib. Begitu sampai di RSUD, warga langsung masuk ke halaman RSUD.

Beruntung, sebelum memaksa masuk, petugas kepolisian dan kecamatan datang. Petugas pun langsung menenangkan warga dan memberikan pengertian pada mereka. Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Desa Kalibuntu, Samsul Arifin juga datang ke RSUD dan membantu menenangkan masa.

Asmani, 60, orang tua Hlmenceritakan, awalnya anaknya itu dilarikan ke RS Graha Sehat. Sebab, dia tiba-tiba muntah-muntah. “Masuk Graha Sehat itu Sabtu (29/8). Sebab, sesudah hajatan tiba-tiba anak saya itu muntah-muntah,” katanya.

Sehari kemudian atau Minggu (30/8), anaknya dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Dia pun dirawat di RSUD sampai Rabu (2/9). “Tiba-tiba saya dapat kabar katanya mau dipindah ke Sari Indah,” ungkapnya.

Keluarga pun tidak terima. Mereka lantas memutuskan untuk menjemput paksa anaknya itu. Baru saat sampai di RSUD, dirinya mendapat kabar bahwa anaknya positif Covid-19.

Hermanto, menantu dari Sk mengakui hal yang sama. Dia baru tahu mertuanya positif, Rabu (2/9). Keluarga menurutnya dapat kabar Sk akan dipindah ke Sari Indah. “Saya tahunya baru di rumah sakit, malam ini,” katanya.

Karena mendapat kabar akan dipindah ke Sari Indah, keluarganya memutuskan untuk membawa pulang Sk. Ia mengaku ada yang janggal dari penetapan positif mertuanya. Sebab, awalnya mertuanya sakit lambung.

Selain itu, hasil rontgen di RS Graha Sehat disebutkan bahwa ada sedikit kotoran di paru-paru mertuanya.

“Tadi mau dipindah ke Sari Indah. Saya tanya hasil lab bagaimana? Di sini (RSUD, Red) ndak ada jawaban. Terus kenapa ketika massa datang tiba-tiba dibilang positif,” katanya.

Jika sejak awal RSUD memberi kabar bahwa mertuanya positif Covid-19, tentu keluarga tidak akan berusaha membawa pulang paksa. “Awalnya lambung. Kok warga datang tiba-tiba dikatakan positif,” jelasnya.

Samsul Arifin, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo mengatakan, memang ada dua warga Kalibuntu yang positif. Dan hasil itu baru kemarin (2/9) keluar.

“Karena mau dibawa ke Sari Indah Gending, ada pihak keluarga yang tidak terima. Karena tidak paham bahayanya Covid. Setelah saya hadir saya sampaikan korona sangat bahaya. Mereka mau (dipindah ke rumah sehat),” ungkapnya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi pihak RSUD. Namun, Petugas Sementara Humas RSUD Waluyo Jati Purnadi saat dikonfirmasi melalui telepon tidak merespons. Begitu juga Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Dewi Veronica saat dikonfirmasi, juga tidak merespons. (sid/hn)

 

 

 

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.