alexametrics
26 C
Probolinggo
Friday, 5 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Petani Bakar Tembakau, Disperindag: Kami Tak Tutup Mata

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Semakin memanasnya kekecewaan para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo, disikapi DPRD dan Pemkab Probolinggo. Selasa (1/9), mereka menggelar rapat terbatas menyikapi aksi sejumlah petani yang membakar tembakaunya karena harganya murah dan gudang tak kunjung beroperasi.

Rapat digelar sekitar pukul 09.00 di ruangan Asisten II Pemkab Probolinggo Hasyim Asyari. Selain Hasyim, rapat itu juga dihadiri Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo Taufik Alami dan Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Susilo Isnady. Dari DPRD, ada Ketua Komisi B Sugito. Serta, perwakilan stakeholder terkait.

Usai rapat, Sugito mengatakan, dalam rapat dibahas permasalahan atau keluhan yang dialami petani. Hasilnya, hari ini akan ada pertemuan antara pemerintah daerah, petani, dan pihak gudang. Tujuannya, mencari jalan tengah bersama terhadap permasalahan yang dialami petani. “Sudah diputuskan besok (hari ini) hearing. Perwakilan petani tembakau, OPD terkait, dan pihak gudang kami hadirkan untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, kata Sugito, permasalah petani muncul karena gudang masih tutup. Karenanya, tembakau milik petani tidak terbeli dan harganya murah. Karenanya, pihaknya akan berusaha mencarikan solusi yang bisa menguntungkan petani dan tidak pula merugikan gudang. “Nanti akan dicari jalan tengahnya seperti apa. Yang peting tidak merugikan petani dan memberatkan gudang,” ujar politisi Nasdem itu.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami membantah tuduhan petani pihaknya disebut tutup mata. “Kami sudah berkunjung ke lokasi. Dan tentunya untuk mencari solusi, kami tidak grusa-grusu,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan ini akan dibahas bersama DPRD hari ini. Itu sesuai hasil rapat di ruangan Asisten II Pemkab Probolinggo. “Kami menjembatani para petani agar bisa lebih lega,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (31/8), sejumlah petani di Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, mencabut dan membakar tembakaunya. Mereka kecewa dengan tidak kunjung dibukanya gudang, sehingga tembakau hasil panennya tidak terbeli dan harganya murah. (sid/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Semakin memanasnya kekecewaan para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo, disikapi DPRD dan Pemkab Probolinggo. Selasa (1/9), mereka menggelar rapat terbatas menyikapi aksi sejumlah petani yang membakar tembakaunya karena harganya murah dan gudang tak kunjung beroperasi.

Rapat digelar sekitar pukul 09.00 di ruangan Asisten II Pemkab Probolinggo Hasyim Asyari. Selain Hasyim, rapat itu juga dihadiri Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo Taufik Alami dan Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Susilo Isnady. Dari DPRD, ada Ketua Komisi B Sugito. Serta, perwakilan stakeholder terkait.

Usai rapat, Sugito mengatakan, dalam rapat dibahas permasalahan atau keluhan yang dialami petani. Hasilnya, hari ini akan ada pertemuan antara pemerintah daerah, petani, dan pihak gudang. Tujuannya, mencari jalan tengah bersama terhadap permasalahan yang dialami petani. “Sudah diputuskan besok (hari ini) hearing. Perwakilan petani tembakau, OPD terkait, dan pihak gudang kami hadirkan untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Berdasarkan informasi, kata Sugito, permasalah petani muncul karena gudang masih tutup. Karenanya, tembakau milik petani tidak terbeli dan harganya murah. Karenanya, pihaknya akan berusaha mencarikan solusi yang bisa menguntungkan petani dan tidak pula merugikan gudang. “Nanti akan dicari jalan tengahnya seperti apa. Yang peting tidak merugikan petani dan memberatkan gudang,” ujar politisi Nasdem itu.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami membantah tuduhan petani pihaknya disebut tutup mata. “Kami sudah berkunjung ke lokasi. Dan tentunya untuk mencari solusi, kami tidak grusa-grusu,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan ini akan dibahas bersama DPRD hari ini. Itu sesuai hasil rapat di ruangan Asisten II Pemkab Probolinggo. “Kami menjembatani para petani agar bisa lebih lega,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (31/8), sejumlah petani di Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, mencabut dan membakar tembakaunya. Mereka kecewa dengan tidak kunjung dibukanya gudang, sehingga tembakau hasil panennya tidak terbeli dan harganya murah. (sid/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2