alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

69 Persen Wali Murid Kota Probolinggo Setuju Pembelajaran Tatap Muka

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Hampir sebagian besar wali murid di Kota Probolinggo setuju diberlakukan pembelajaran tatap muka. Hal ini berdasarkan hasil polling yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo terhadap respons wali murid untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Sebanyak 69 persen setuju dilakukan uji coba tatap muka. Sedangkan sisanya ada yang menolak dan abstain.

Adapun pengambilan polling dilakukan di 75 SD negeri dan 118 SD swasta serta 10 SMP negeri dan 18 SMP swasta. Hasil rinciannya, untuk jenjang SD ada sekitar 19.233 wali murid yang mengikuti polling. Jumlah yang setuju tatap muka sebanyak 13.262 wali murid (69 persen), sementara yang tidak setuju ada 5.971 (31 persen).

Sedangkan untuk SMP, ada 8.010 wali murid yang mengikuti polling. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.525 setuju untuk tatap muka (69 persen), dan sebanyak 2.485 yang tidak setuju atau sebanyak 31 persen.

“Hasil polling yang telah dilakukan kepada wali murid SD dan SMP sudah selesai dan telah kami laporkan kepada wali kota. Hasilnya, baik SD dan SMP menunjukkan persentase yang sama yaitu 69 persen setuju dilaksanakan pendidikan tatap muka,” ujar Moch Maskur, kepala Disdikbud Kota Probolinggo saat dikonfirmasi Selasa (1/9).

“Tujuan dilakukannya polling ini sesungguhnya ingin melihat sikap masyarakat terhadap pembelajaran tatap muka. Sudah kami sampaikan kepada wali kota untuk menjadi bahan pertimbangan,” tambahnya.

Meskipun sebagian besar wali murid setuju dengan dilakukannya pembelajaran tatap muka, belum dipastikan akan segera dilaksanakan. “Jika pun nanti dilakukan uji coba tatap muka, tentu tidak semua akan dilakukan. Misalnya di 1 kecamatan hanya 1 lembaga saja yang melakukan uji coba. Jadi tidak pasti, meskipun banyak yang menginginkan tatap muka,” terangnya.

Namun, sebelum kebijakan tersebut dilakukan, akan ada petugas dari Gugus Tugas Covid-19 yang akan melakukan persiapan untuk memastikan jika dilakukan pembelajaran tatap muka.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan polling kepada wali murid jenjang SD dan SMP pekan lalu. Polling ini untuk memastikan sikap wali murid jika dilaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Hampir sebagian besar wali murid di Kota Probolinggo setuju diberlakukan pembelajaran tatap muka. Hal ini berdasarkan hasil polling yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo terhadap respons wali murid untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Sebanyak 69 persen setuju dilakukan uji coba tatap muka. Sedangkan sisanya ada yang menolak dan abstain.

Adapun pengambilan polling dilakukan di 75 SD negeri dan 118 SD swasta serta 10 SMP negeri dan 18 SMP swasta. Hasil rinciannya, untuk jenjang SD ada sekitar 19.233 wali murid yang mengikuti polling. Jumlah yang setuju tatap muka sebanyak 13.262 wali murid (69 persen), sementara yang tidak setuju ada 5.971 (31 persen).

Sedangkan untuk SMP, ada 8.010 wali murid yang mengikuti polling. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.525 setuju untuk tatap muka (69 persen), dan sebanyak 2.485 yang tidak setuju atau sebanyak 31 persen.

Mobile_AP_Half Page

“Hasil polling yang telah dilakukan kepada wali murid SD dan SMP sudah selesai dan telah kami laporkan kepada wali kota. Hasilnya, baik SD dan SMP menunjukkan persentase yang sama yaitu 69 persen setuju dilaksanakan pendidikan tatap muka,” ujar Moch Maskur, kepala Disdikbud Kota Probolinggo saat dikonfirmasi Selasa (1/9).

“Tujuan dilakukannya polling ini sesungguhnya ingin melihat sikap masyarakat terhadap pembelajaran tatap muka. Sudah kami sampaikan kepada wali kota untuk menjadi bahan pertimbangan,” tambahnya.

Meskipun sebagian besar wali murid setuju dengan dilakukannya pembelajaran tatap muka, belum dipastikan akan segera dilaksanakan. “Jika pun nanti dilakukan uji coba tatap muka, tentu tidak semua akan dilakukan. Misalnya di 1 kecamatan hanya 1 lembaga saja yang melakukan uji coba. Jadi tidak pasti, meskipun banyak yang menginginkan tatap muka,” terangnya.

Namun, sebelum kebijakan tersebut dilakukan, akan ada petugas dari Gugus Tugas Covid-19 yang akan melakukan persiapan untuk memastikan jika dilakukan pembelajaran tatap muka.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan polling kepada wali murid jenjang SD dan SMP pekan lalu. Polling ini untuk memastikan sikap wali murid jika dilaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2