Tak Punya Dokter Subspesialis, RSUD dr Moh Saleh Turun Kelas C

MAYANGAN, Radar Bromo – Putusan hasil review ruangan untuk RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo akhirnya turun. Dan hasilnya, RSUD benar-benar turun kelas. Dari kelas B menjadi kelas C.

Status RSUD yang turun kelas itu, terhitung mulai tanggal 28 Agustus 2019. Keputusan itu disampaikan Kemenkes setelah ada proses penyampaian sanggahan dari pihak RSUD.

Humas RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo Endah Ningrum menjelaskan tentang penyebab turunnya kelas rumah sakit. Menurutnya, penyebabnya karena RSUD tidak memiliki dokter subspesialis.

“Jadi, kita hanya terkendala dokter subspesialis saja,” terangnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (1/9) siang.

Endah menjelaskan, untuk menjadi rumah sakit kelas B memang memiliki syarat-syarat khusus. Salah satunya, harus memiliki minimal empat dokter spesialis. Yaitu, spesialis obgyn atau kandungan (SpOG), spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dan spesialis anak.

Selain itu, rumah sakit kelas B harus memiliki dua dokter subspesialis dari empat spesialis dasar tersebut. Dan, dua dokter subspesialis inilah yang saat ini belum dimiliki RSUD.

Kendati demikian, menurut Endah, dari sisi fasilitas dan SDM, RSUD memiliki nilai tinggi. Sebab, RSUD memiliki fasilitas lengkap untuk rumah sakit kelas B.

“Untuk fasilitasnya kami sudah lengkap. Selain itu, untuk nilai SDM sudah 80. Sementara nilai standarnya 75. Jadi, sudah lebih,” bebernya.

Dilanjutkan Endah, manajemen RSUD sebenarnya sudah mengajukan sanggahan atas keputusan turun kelas yang dikeluarkan oleh Kemenkes. Sebab, Kemenkes memang memberikan kesempatan pada rumah sakit yang turun kelas untuk memberikan sanggahan.

Batas akhir sanggahan yaitu tanggal 12 Agustus 2019. RSUD dr Mohamamad Saleh menyerahkan sanggahan itu sebelum tanggal 12 Agustus 2019.

Namun, menurut Endah, Kemenkes menganggap pengajuan sanggahan itu terlambat. “Menurut Kemenkes, harusnya berkas sanggahan atau berkas awal diberikan saat bulan Mei,” tambahnya.

Meski demikian, review kelas ini bukannya tidak bisa berubah. Endah menyebut, enam bulan mendatang RSUD bisa kembali mengajukan penilaian agar tetap berada di kelas B. Hal ini menurutnya, sesuai dengan saran Kemenkes sendiri.

“Jadi, proses review kelas itu kan enam bulan sekali. Karena itu, enam bulan mendatang kami akan mengajukan penilaian lagi. Tujuannya, agar rumah sakit kembali di kelas B. Sebab, untuk nilai yang lainnya sudah terpenuhi,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan RSUD dr. Mohamad Saleh mengalami penurunan kelas. Awalnya, status RSUD yaitu tipe B atau kelas B. Namun, turun menjadi kelas C.

Turunnya kelas itu diketahui dari surat yang dikirim oleh Kemenkes ke RSUD. Surat itu bernomor HK.04.01/I/2963/2019 dan berisi tentang hasil review rumah sakit.

Dalam surat itu disebutkan, ada 615 rumah sakit yang turun kelas dari total 2.170 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Salah satunya adalah RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Atas hasil itu, rumah sakit yang mengalami penurunan kelas diberikan waktu untuk memberikan sanggahan ke Kemenkes. Batas akhir sanggahan yaitu tanggal 12 Agustus 2019. RSUD mengajukan sanggahan ke Kemenkes yang diluncurkan sebelum tanggal 12 Agustus 2019. (rpd/hn)