alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Libas Singhasari FC 4-1, Persekap Tempel Persekabpas

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Skuadra Persekap menutup putaran pertama Liga 3 Zona Jatim dengan hasil impresif. Berlaga di kandang sendiri, Minggu (1/9) tim berjuluk Laskar Untung Suropati (The Lasser) itu berhasil berpesta usai membekuk Singhasari FC dengan skor mentereng 4-1.

Dengan hasil itu, untuk sementara The Lasser menempel sang puncak klasemen. Persekap nangkring di peringkat dua dengan torehan 7 poin, terpaut 2 poin dari Persekabpas yang masih menyisakan 1 laga lebih sedikit.

Kemenangan telak Persekap itu tak didapat dengan mudah. Di awal laga, The Lasser sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan. Absennya tiga penggawa inti, sempat membuat arek-arek Persekap kerepotan membongkar pertahanan lawan.

Pertandingan berlangsung lambat di awal laga. Tim tamu hanya fokus bertahan. Sementara tim tuan rumah kesulitan membongkar pertahanan lawan. Sejumlah peluang emas pun gagal dikonversi jadi gol.

Kebuntuan Persekap akhirnya pecah di menit ke 37. Gelandang bertahan Persekap, M Faisal yang mendapat bola liar langsung menyambar dengan shooting keras. Bola pun tak mampu dibendung pertahanan lawan.

Gol itu membawa angin segar bagi tim tuan rumah. Konsentrasi tim tamu pun jadi hilang, beberapa kali mereka kerap terpancing emosi. Skor 1-0 jadi hasil turun minum.

Di awal babak ke dua, The Lasser tampil lebih agresif. Hasilnya, di menit ke 48, The Lasser berhasil memperlebar keunggulan. Kali ini sang striker Andika Ramadani yang mencatatkan namanya di papan skor.

Tim tamu sempat memperkecil ketertinggalan lewat strikernya, Toni Andrean di menit ke 55. Namun, Bayu Handika Cs berhasil menambah pundi-pundi gol kembali.

Gelandang kawakan, Khoirul Anwar yang menerima umpan jauh dari bek kiri Sulaiman, berhasil melesatkan bola di menit ke 55. Pesta gol Persekap ditutup winger kanan, Dandy Pradita di menit ke 75. Dandy masuk untuk menggantikan Wahyu Kurniawan. Skor 4-1 pun jadi hasil akhir laga.

Pelatih Singhasari FC Roy Samai mengakui para pemainnya kalah stamina. “Anak-anak Persekap lebih bagus. Juga harus kami akui, gelandang Persekap pintar mengatur irama permainan,” ucapnya.

Roy menegaskan, jika pertandingan itu akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran. Pertemuan timnya dengan Persekap, setidaknya bakal dijadikan gambaran untuk memetakan celah saat kedua tim itu bermain di kandang Singhasari FC.

“Kita sekarang sudah urutan ke empat. Di putaran ke dua nanti, tentunya harus lebih baik jika ingin mengejar ketertinggalan. Kekalahan ini juga harus kita balas di kandang nanti,” bebernya.

Sementara itu, Pelatih Persekap Aris Budi Prasetyo mengakui jika pola permainan timnya belum terbangun pada babak pertama. Hal itu terasa dengan banyaknya peluang yang sama sekali tak membuahkan gol hingga menit ke 37. “Saya paham anak-anak ragu-ragu. Absennya tiga pemain kami cukup berpengaruh. Dan, pemain cadangan belum siap,” ujarnya.

Di samping itu, Aris juga menyoroti hal yang sama di lini belakang. Para penjaga benteng pertahanan Persekap dinilai belum bisa bermain lepas. Hal itu juga tak luput dari kondisi penjaga gawang Khumaidi yang kini mengalami sakit pada bagian perut.

“Memang mental anak-anak juga yang masih lemah. Mereka juga cenderung terbawa irama permainan lawan. Jadi, kecepatan yang kita miliki tak terlihat. Tapi Alhamdulillah, setelah gol pertama dan babak ke dua, sudah maksimal,” urainya. (tom/mie)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Skuadra Persekap menutup putaran pertama Liga 3 Zona Jatim dengan hasil impresif. Berlaga di kandang sendiri, Minggu (1/9) tim berjuluk Laskar Untung Suropati (The Lasser) itu berhasil berpesta usai membekuk Singhasari FC dengan skor mentereng 4-1.

Dengan hasil itu, untuk sementara The Lasser menempel sang puncak klasemen. Persekap nangkring di peringkat dua dengan torehan 7 poin, terpaut 2 poin dari Persekabpas yang masih menyisakan 1 laga lebih sedikit.

Kemenangan telak Persekap itu tak didapat dengan mudah. Di awal laga, The Lasser sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan. Absennya tiga penggawa inti, sempat membuat arek-arek Persekap kerepotan membongkar pertahanan lawan.

Pertandingan berlangsung lambat di awal laga. Tim tamu hanya fokus bertahan. Sementara tim tuan rumah kesulitan membongkar pertahanan lawan. Sejumlah peluang emas pun gagal dikonversi jadi gol.

Kebuntuan Persekap akhirnya pecah di menit ke 37. Gelandang bertahan Persekap, M Faisal yang mendapat bola liar langsung menyambar dengan shooting keras. Bola pun tak mampu dibendung pertahanan lawan.

Gol itu membawa angin segar bagi tim tuan rumah. Konsentrasi tim tamu pun jadi hilang, beberapa kali mereka kerap terpancing emosi. Skor 1-0 jadi hasil turun minum.

Di awal babak ke dua, The Lasser tampil lebih agresif. Hasilnya, di menit ke 48, The Lasser berhasil memperlebar keunggulan. Kali ini sang striker Andika Ramadani yang mencatatkan namanya di papan skor.

Tim tamu sempat memperkecil ketertinggalan lewat strikernya, Toni Andrean di menit ke 55. Namun, Bayu Handika Cs berhasil menambah pundi-pundi gol kembali.

Gelandang kawakan, Khoirul Anwar yang menerima umpan jauh dari bek kiri Sulaiman, berhasil melesatkan bola di menit ke 55. Pesta gol Persekap ditutup winger kanan, Dandy Pradita di menit ke 75. Dandy masuk untuk menggantikan Wahyu Kurniawan. Skor 4-1 pun jadi hasil akhir laga.

Pelatih Singhasari FC Roy Samai mengakui para pemainnya kalah stamina. “Anak-anak Persekap lebih bagus. Juga harus kami akui, gelandang Persekap pintar mengatur irama permainan,” ucapnya.

Roy menegaskan, jika pertandingan itu akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran. Pertemuan timnya dengan Persekap, setidaknya bakal dijadikan gambaran untuk memetakan celah saat kedua tim itu bermain di kandang Singhasari FC.

“Kita sekarang sudah urutan ke empat. Di putaran ke dua nanti, tentunya harus lebih baik jika ingin mengejar ketertinggalan. Kekalahan ini juga harus kita balas di kandang nanti,” bebernya.

Sementara itu, Pelatih Persekap Aris Budi Prasetyo mengakui jika pola permainan timnya belum terbangun pada babak pertama. Hal itu terasa dengan banyaknya peluang yang sama sekali tak membuahkan gol hingga menit ke 37. “Saya paham anak-anak ragu-ragu. Absennya tiga pemain kami cukup berpengaruh. Dan, pemain cadangan belum siap,” ujarnya.

Di samping itu, Aris juga menyoroti hal yang sama di lini belakang. Para penjaga benteng pertahanan Persekap dinilai belum bisa bermain lepas. Hal itu juga tak luput dari kondisi penjaga gawang Khumaidi yang kini mengalami sakit pada bagian perut.

“Memang mental anak-anak juga yang masih lemah. Mereka juga cenderung terbawa irama permainan lawan. Jadi, kecepatan yang kita miliki tak terlihat. Tapi Alhamdulillah, setelah gol pertama dan babak ke dua, sudah maksimal,” urainya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/