Balita-Lansia Dilarang Berwisata, Pemkab Terus Godok Pembukaan Wisata

DRINGU, Radar Bromo – Pembukaan destinasi wisata tahap awal di Kabupaten Probolinggo, terus dimatangkan. Meski belum ada kepastian kapan mulai dibuka, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Budaya (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo memastikan akan membatasi kuota pengunjung. Serta, melarang balita dan warga lanjut usia (lansia) untuk berwisata.

Kepala Dispora Parbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, rumusan aturan yang harus diterapkan kepada wisatawan sudah disusun. Aturan dibuat sebagai salah satu upaya mengantisipasi sebaran Covid-19 di klaster wisata.

“Tinggal menerapkan aturan di lapangan. Nantinya aturan ini akan diberlakukan secara tegas. Jika ada pelanggaran akan ada konsekuensi yang harus ditanggung,” jelasnya.

Terkait kapan rencana dibukanya destinasi wisata tahap awal, pihaknya belum memastikan. Alasannya, perkembangan pandemi korona masih naik turun dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Rencana memang bulan ini akan dibuka, namun kami masih berkoordinasi dengan Satgas. Jika Satgas sudah mengatakan boleh, kami tinggal melaksanakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, empat destinasi wisata meliputi Puncak Seruni Point; Air Terjun Madakaripura; Pantai Bentar; dan Bermi Eco Park Bermi, sudah siap dikunjungi wisatawan pada pembukaan tahap awal.

Penyesuaian terus dilakukan. Selain pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan, pihaknya juga membatasi pengunjung. Baik dari segi jumlah maupun usia.

“Masing-masing destinasi wisata memiliki kuota pengunjung. Ke depan saat sudah dibuka kuota pengunjung hanya 30 persen. Selain itu, balita dan lansia sementara kami larang untuk berwisata, sebab sangat rentan terpapar Covid-19,” ujar Sugeng. (ar/rud)