alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Partisipasi Angka Pemilih di Pilpres Kota Probolinggo Naik 8 Persen

KANIGARAN, Radar Bromo – Partisipasi Pemilu 2019 di Kota Probolinggo tercatat naik dibandingkan pemilu sebelumnya. Termasuk pelaksanaan Pilpres, angka partisipasi masyarakat naik sebesar 8 persen.

Hal ini diungkapkan Ahmad Hudri, Ketua KPU Kota Probolinggo Kamis (1/8) setelah melakukan evaluasi Fasilitasi Kampanye oleh KPU di ballroom Bromo Park.

“Untuk pelaksanaan Pilpres 2014, angka partisipasi mencapai 79 persen. Sedangkan untuk tahun 2019 mencapai 87 persen,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai melesatnya partisipasi Pilpres, Hudri tidak menampik kenyataan karena aktifitas di sosial media. “Sosial media terutama tentang pilpres, bisa jadi menjadi salah satu penyebab naiknya partisipasi pilpres,” ujarnya.

Sementara itu Wawan E. Koeswandoro Dosen FISIP Universitas Brawijaya yang hadir dalam evaluasi fasilitas kampanye, tidak menampik naiknya partisipasi terutama pilpres disebabkan karena adanya “pertempuran wacana” antara 2 kubu pendukung capres cawapres.

“Konflik antara pendukung capres cawapres ikut mempengaruhi partisipasi masyarakat meskipun secara tidak langsung. Walaupun mereka sebenarnya tidak berpikiran untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Tapi euforia yang mengikat menjadi semacam aktualisasi politik identitas yang diyakini oleh masing-masing kubu, membuat mereka semangat untuk memenangkan pertempuran wacana tersebut. “Membuat kedua pendukung untuk berpartisipasi serta membuktikan pertempuran wacana di medsos mau pun tempat-tempat terbatas, menjadi relevan sesuai dengan wacana yang mereka yakini. Membuat pendukung akhirnya ikut dalam pilpres,” jelasnya.

Sementara itu Radfan Faisal, Koordinator Divisi Partisipasi pemilih, Sosialisasi Pendidikan pemilih dan Sumber Daya manusia mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kota Probolinggo dalam pemilu 2019 cukup tinggi.

“Bahkan nomor 2 di Jawa Timur. Nomor 1 diraih oleh Sampang, Madura. Bahkan partisipasi pemilih di wilayah perbatasan mencapai 90 persen lebih,” ujarnya.

Seperti di Kecamatan Wonoasih dan Kedopok, masing-masing tercatat mencapai 90.18 perse dan 90,69 persen; Kecamatan Kanigaran 85,38 persen; Kecamatan Kademangan 88,74 persen. “Partisipasisi paling kecil ada di wilayah Kecamayan Mayangan,” jelasnya. (put/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Partisipasi Pemilu 2019 di Kota Probolinggo tercatat naik dibandingkan pemilu sebelumnya. Termasuk pelaksanaan Pilpres, angka partisipasi masyarakat naik sebesar 8 persen.

Hal ini diungkapkan Ahmad Hudri, Ketua KPU Kota Probolinggo Kamis (1/8) setelah melakukan evaluasi Fasilitasi Kampanye oleh KPU di ballroom Bromo Park.

“Untuk pelaksanaan Pilpres 2014, angka partisipasi mencapai 79 persen. Sedangkan untuk tahun 2019 mencapai 87 persen,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai melesatnya partisipasi Pilpres, Hudri tidak menampik kenyataan karena aktifitas di sosial media. “Sosial media terutama tentang pilpres, bisa jadi menjadi salah satu penyebab naiknya partisipasi pilpres,” ujarnya.

Sementara itu Wawan E. Koeswandoro Dosen FISIP Universitas Brawijaya yang hadir dalam evaluasi fasilitas kampanye, tidak menampik naiknya partisipasi terutama pilpres disebabkan karena adanya “pertempuran wacana” antara 2 kubu pendukung capres cawapres.

“Konflik antara pendukung capres cawapres ikut mempengaruhi partisipasi masyarakat meskipun secara tidak langsung. Walaupun mereka sebenarnya tidak berpikiran untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Tapi euforia yang mengikat menjadi semacam aktualisasi politik identitas yang diyakini oleh masing-masing kubu, membuat mereka semangat untuk memenangkan pertempuran wacana tersebut. “Membuat kedua pendukung untuk berpartisipasi serta membuktikan pertempuran wacana di medsos mau pun tempat-tempat terbatas, menjadi relevan sesuai dengan wacana yang mereka yakini. Membuat pendukung akhirnya ikut dalam pilpres,” jelasnya.

Sementara itu Radfan Faisal, Koordinator Divisi Partisipasi pemilih, Sosialisasi Pendidikan pemilih dan Sumber Daya manusia mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kota Probolinggo dalam pemilu 2019 cukup tinggi.

“Bahkan nomor 2 di Jawa Timur. Nomor 1 diraih oleh Sampang, Madura. Bahkan partisipasi pemilih di wilayah perbatasan mencapai 90 persen lebih,” ujarnya.

Seperti di Kecamatan Wonoasih dan Kedopok, masing-masing tercatat mencapai 90.18 perse dan 90,69 persen; Kecamatan Kanigaran 85,38 persen; Kecamatan Kademangan 88,74 persen. “Partisipasisi paling kecil ada di wilayah Kecamayan Mayangan,” jelasnya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/