alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Bentuk Kawasan Rumah Pangan Lestari untuk Tekan Stunting

DRINGU, Radar Bromo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya menurunkan angka stunting. Semua ini dilakukan semua organisasi perangkat daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) salah satunya. DKPP kini memaksimalkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Program ini dibantu para wanita tani untuk mencari bantuan lahan pekarangan yang akan dimanfaatkan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pembentukan KRPL ini dilakukan dengan menggunakan dana dekonsentrasi dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2019. Untuk dana dekonstruksi, pembentukan KRPL dibagi dalam KRPL Pengembangan (Desa Kalikajar Kulon dan Binor, Kecamatan Paiton; Desa Krejengan dan Rawan, Kecamatan Krejengan; Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran dan Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris).

Selain itu ada KRPL Penumbuhan (Desa Bimo Kecamatan di Pakuniran; Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan; Desa Seboro, Kecamatan Krejengan dan Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending.

Sementara untuk DBHCHT, pembentukan KRPL dilakukan di Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Desa Curah Sawo, Desa Sebaung, Desa Klaseman dan Desa Bulang, Kecamatan Gending; Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan; Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas; Desa Kamal Kuning, Kecamatan Krejengan; Desa Tambak Ukir, Kotaanyar dan Desa Sumber, Kecamatan Sumber.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, pembentukan KRPL bisa dilakukan dengan bergam cara. Misalnya membuat kolam ikan lele atau beternak ayam kampung, untuk memenuhi kebutuhan. Selain meningkatkan konsumsi sayuran, juga untuk meningkatkan kebutuhan gizi, serta meningkatkan gizi. “Disamping untuk memenuhi kebutuhan keluarga, juga bisa menjual hasil tambahan keluarga, ” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Menurut Nanang, upaya itu agar mampu membentuk budaya yang memanfaatkan pekarangan dan pengayaan pangan lokal berbasis B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Saat ini masih banyak tanah kosong yang masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum paham tentang pengayaan pangan dan juga belum mampu mengolah makanan yang berbasis B2SA untuk dikonsumsi, ” ungkapnya.

Nanang menjelaskan, stunting itu disebabkan oleh 2 hal. Yaitu gen (keturunan) dan venotif (pengaruh lingkungan). Oleh karena itu, pihaknya sepakat untuk melakukan menentang terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh Lingkungan. “Caranya sedini mungkin orang harus mengonsumsi makanan yang memiliki beragam dan B2SA. Hal ini harus dilakukan terus menerus dan kontinue. B2SA ini harus diberikan sedini mungkin, khusus untuk keluarga stunting, ” katanya.

Menurut Nanang, kegiatan KRPL itu Arahnya menyediakan makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) melalui penyediaan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman sayur mayur dan lain sebagainya. Dengan kata lain, KRPL ini merupakan salah satu upaya penyediaan bahan pangan oleh masyarakat. “Jika bahan makanannya ditanam sendiri, maka otomatis aman dan sehat. Kalau mau tinggal mengambilnya sendiri. Jika sudah ditanam sendiri, maka kualitas dan keamanannya terjamin, ”jelasnya. (mas/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pendaftar Anugerah Kampung Hebat Membeludak

Antusiasme Rukun Tetangga (RT) di Kota Pasuruan, mengikuti Anugerah Kampung Hebat Tahun 2020, sangat terasa.

Karena Sukai Istri Korban, Tersangka Mau Bantu Gorok Leher Suami

Andik mau jadi eksekutor bukan hanya karena diminta oleh istri korban. Lebih dari itu, tersangka Andik memiliki perasaan suka pada Silvia.

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).