Pengadaan Alkes RSUD dr Moh Saleh, Kejari Minta Keterangan 10 Orang

KANIGARAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo terus menyoroti pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD dr. Moh Saleh. Setelah sempat meminta data dari RSUD, kini Kejari memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

Kasi Intel Kajari Kota Probolinggo Herman Hidayat menjelaskan, sampai Rabu (1/8), sudah ada 10 orang yang dimintai keterangan. Termasuk Plt Direktur RSUD dr. Moh Saleh, Rubiyati.

Namun, belum jelas siapa saja pihak-pihak yang dimintai keterangan, selain Rubiyati. Juga belum jelas, pendalaman seperti apa yang dilakukan oleh Kejari.

Kejari masih pelit berbicara tentang kasus ini. Alasannya, menurut Herman, kasus itu masih dalam proses penyelidikan. Sehingga, pihaknya belum bisa mengungkap banyak. “Untuk alkes masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya singkat.

Pihaknya menjelaskan, ada dugaan pengadaan alkes di RSUD dr. Moh Saleh, bermasalah. Oleh sebab itu, Kejari melakukan penyelidikan. Nah, dalam penyelidikan itu, Kejari sudah meminta keterangan pada 10 orang.

“Ada 10 orang yang sudah dimintai keterangan. Siapa saja kesepuluh orang itu, kami tak bisa menyebutkan,” tambahnya.

Penyelidikan oleh Kejari sendiri, mulai terungkap Mei lalu. Rabu (16/5), Rubiyati mendatangi kantor Kejari Kota Probolinggo di Jalan Mastrip. (rpd/hn/mie)