Parade Sound System di Sukorejo Tanpa Izin dan Munculkan Keramaian, Akhirnya Dibubarkan Polisi

SUKOREJO, Radar Bromo – Belum meredanya pandemi korona, belum disadari betul oleh banyak pihak. Bahkan, di Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Sabtu (30/5) malam digelar acara yang melibatkan kerumunan banyak orang hingga ratusan orang.

Acara bernama Parade Sound System tersebut sempat direkam dan videonya sempat viral. Alhasil, banyak yang menyayangkan acara tersebut. Apalagi, acara itu digelar di lapangan milik Pemerintahan Desa Kenduruan.

Beruntung acara itu diketahui aparat. Petugas dari Polsek Sukorejo kemudian datang sekitar pukul 20.00. Begitu tiba di lokasi, seketika itu petugas membubarkannya.

“Acara ini tidak ada pemberitahuan dan izinnya ke mapolsek. Mestinya harus ada. Setelah dapat laporan dari warga, kami datang ke lokasi dan kemudian membubarkannya,” ujar Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Pihaknya dengan tegas membubarkan acara tersebut. Selain tidak ada izin dan pemberitahuannya, acara memang melibatkan kerumunan hingga ratusan orang. Padahal, kerumunan ini dilarang saat pandemi karena berpotensi menyebarkan Covid-19.

Di lokasi, polisi juga mendapati kendaraan truk dan pikap tampil dalam kegiatan ini. Totalnya ada delapan kendaraan. Rata-rata berasal dari Sukorejo, Rembang, Tutur, dan Wonorejo.

“Tak hanya tidak ada izinnya, kegiatan ini juga kurang tepat saat pandemi seperti sekarang. Harusnya gencar lakukan protokoler kesehatan, physical dan social distancing. Apalagi banyak yang tidak memakai masker,” jelasnya.

Usai dibubarkan paksa, pihaknya memanggil beberapa orang ke mapolsek setempat dari Desa Kenduruan. Antara lain, Kades Kenduruan, Kasun Krajan, dan satu orang tokoh masyarakat dari desa setempat.

“Para pihak sudah kami panggil ke mapolsek untuk pengarahan sekaligus teguran. Ini, agar kegiatan serupa jangan sampai terulang kembali. Peringatan ini harus menjadi pertama dan terakhir kali,” tegasnya.

Terpisah, Jawa Pos Radar Bromo sempat menghubungi Kades Kenduruan Atim Iriasih. Saat diklarifikasi terkait kegiatan tersebut, dia membenarkan bahwa pihak pemdes juga diminta datang ke mapolsek. Bahkan kemarin, pihaknya bersama Kasun Krajan dan tokoh masyarakat telah datang penuhi panggilan Polsek Sukorejo.

“Acara tersebut spontanitas peringati puncak Kupatan. Kami di pemdes tidak tahu persis. Sebelumnya kami juga tak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan ini. Tahunya saat malam itu,” ujar Kades Kenduruan. (zal/fun)