Antisipasi Pasien Kritis, RSUD dr Moh Saleh Siapkan Apheresis, Fungsinya untuk Ini

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Demi mendukung penyembuhan pasien korona, RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo memaksimalkan penggunaan alat Apheresis untuk terapi plasma darah. Namun, terapi plasma darah hanya dilakukan bagi pasien positif korona yang dalam kondisi kritis.

“Apheresis ini memiliki fungsi memisahkan darah yang tidak baik dengan darah sehat. Dalam penanganan korona, apheresis digunakan untuk memisahkan plasma darah dengan sel darah pada pasien korona yang sudah dinyatakan sembuh,” ujar Dokter Spesialis Patologi Klinis RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo Bobby Mulyadi.

Menurutnya, plasma darah pasien yang sudah sembuh memiliki antibodi untuk melawan virus korona. Namun, terapi plasma darah ini hanya dilakukan untuk pasien korona yang dalam kondisi kritis.

“Pasien korona yang kritis ini cirinya seperti telah menggunakan ventilator atau alat bantu napas, memiliki komorbit atau penyakit penyerta. Pasien seperti ini tubuhnya sulit untuk membentuk antibodi, sehingga dilakukan terapi plasma darah untuk meningkatkan antibodi,” jelasnya.

Bagi pasien korona yang memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, tidak dilakukan terapi plasma darah. Sebab, tubuh masih bisa membentuk antibodi sendiri. “Hasil penelitian menggunakan plasma darah terbukti efektif untuk menyembuhkan pasien korona,” ujarnya.

Bobby menjelaskan, Apheresis sebenarnya tidak hanya bisa digunakan untuk pasien korona. Namun, penyembuhan hampir 50 macam penyakit yang berkaitan dengan masalah darah bisa terbantu menggunakan Apheresis.

“Seperti pasien leukimia yang sedang dirawat tadi itu berpengaruh pada kondisi jantung dan ginjal. Alhamdulillah setelah menggunakan Apheresis, sakit di bagian ginjalnya berkurang,” jelasnya.

Terpisah, Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo Abraar HS Kuddah menjelaskan, pasien korona di Kota Probolinggo yang masih dirawat tidak ada yang sampai menggunakan Apheresis.

“Karena yang saat ini dirawat pasien korona dengan gejala ringan. Sedangkan, terapi plasma darah ini digunakan untuk membantu pasien korona dengan kondisi kritis. Tapi, kami tetap persiapkan untuk antisipasi jika ada pasien kritis,” ujarnya. (put/rud/fun)