alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Per Hari Pemprov Jatim Butuh 3.200 APD

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) di wilayah Provinsi Jawa Timur, cukup besar. Setiap hari diperkirakan butuh 3.200 APD. Kebutuhan ini diperlukan para tenaga medis dalam rangka menanggulangi wabah virus korona.

Kemarin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi pembuatan APD di PT Putrateja Sempurna Probolinggo. Ia ingin memastikan langsung produksi dan stok APD di perusahaan yang beralamat di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu.

Kunjungan dilakukan bersama Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin serta Forkopimda. Termasuk, Satgas Penanganan Korona di Kota Probolinggo. “Melalui Wali Kota, saya diberitahu di garmen ini (PT Putrateja Sempurna Probolinggo) ada pembuatan APD. Karenanya, saya tinjau langsung guna memastikan stoknya. Lebih lagi, saat ini permintaan untuk APD sangat banyak dan sulit mendapatkannya,” ujarnya.

Ia mengaku ingin mengetahui secara langsung dan menginginkan ada stok kuota harian. Sebab, APD yang dibutuhkan tenaga medis per hari bukan bulanan. Dengan adanya stok harian, tenaga medis bisa bernapas lega karena APD harian terjamin.

Meski belum membeberkan berapa stok harian yang diminta Pemprov, secara garis besar Khofifah menerangkan, RSUD Soetomo Surabaya yang merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19, ada 11 pasien. Tenaga medis untuk menangani setiap pasien butuh 23 APD.

“Tinggal dikalikan saja, 11 pasien kali 23 APD. Untuk keseluruhan yang menjadi rumah sakit rujukan di Pemprov butuh 3.200 APD pieces per hari. Selain di Probolinggo, di Malang dan juga Lamongan juga memproduksi kebutuhan APD,” ujarnya.

Menyikapi itu, Direktur PT Putrateja Sempurna Supriyono mengatakan, pihaknya siap menyediakan APD dengan bahan baku atau material dupont tyfek. Material ini sesuai standar yang diterapkan WHO. “Kami utamakan kepentingan negara. Makanya, untuk penggarapan fashion kami sisihkan atau geser dulu,” ujarnya.

Ia juga memastikan stok bahan baku APD hingga tiga bulan ke depan aman. Begitu juga dengan APD. Per bulan, Supriyono mengatakan, perusahaannya bisa memproduksi satu juta APD lengkap dengan maskernya. “Jadi nanti (tiga bulan) mendatang kami siap 3 juta APD. Sebulan kami bisa hasilkan sejuta APD. Sebagian merupakan pesanan dari Pemerintah Pusat (Kemenkes RI),” ujarnya. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) di wilayah Provinsi Jawa Timur, cukup besar. Setiap hari diperkirakan butuh 3.200 APD. Kebutuhan ini diperlukan para tenaga medis dalam rangka menanggulangi wabah virus korona.

Kemarin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi pembuatan APD di PT Putrateja Sempurna Probolinggo. Ia ingin memastikan langsung produksi dan stok APD di perusahaan yang beralamat di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu.

Kunjungan dilakukan bersama Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin serta Forkopimda. Termasuk, Satgas Penanganan Korona di Kota Probolinggo. “Melalui Wali Kota, saya diberitahu di garmen ini (PT Putrateja Sempurna Probolinggo) ada pembuatan APD. Karenanya, saya tinjau langsung guna memastikan stoknya. Lebih lagi, saat ini permintaan untuk APD sangat banyak dan sulit mendapatkannya,” ujarnya.

Ia mengaku ingin mengetahui secara langsung dan menginginkan ada stok kuota harian. Sebab, APD yang dibutuhkan tenaga medis per hari bukan bulanan. Dengan adanya stok harian, tenaga medis bisa bernapas lega karena APD harian terjamin.

Meski belum membeberkan berapa stok harian yang diminta Pemprov, secara garis besar Khofifah menerangkan, RSUD Soetomo Surabaya yang merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19, ada 11 pasien. Tenaga medis untuk menangani setiap pasien butuh 23 APD.

“Tinggal dikalikan saja, 11 pasien kali 23 APD. Untuk keseluruhan yang menjadi rumah sakit rujukan di Pemprov butuh 3.200 APD pieces per hari. Selain di Probolinggo, di Malang dan juga Lamongan juga memproduksi kebutuhan APD,” ujarnya.

Menyikapi itu, Direktur PT Putrateja Sempurna Supriyono mengatakan, pihaknya siap menyediakan APD dengan bahan baku atau material dupont tyfek. Material ini sesuai standar yang diterapkan WHO. “Kami utamakan kepentingan negara. Makanya, untuk penggarapan fashion kami sisihkan atau geser dulu,” ujarnya.

Ia juga memastikan stok bahan baku APD hingga tiga bulan ke depan aman. Begitu juga dengan APD. Per bulan, Supriyono mengatakan, perusahaannya bisa memproduksi satu juta APD lengkap dengan maskernya. “Jadi nanti (tiga bulan) mendatang kami siap 3 juta APD. Sebulan kami bisa hasilkan sejuta APD. Sebagian merupakan pesanan dari Pemerintah Pusat (Kemenkes RI),” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/