alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Monday, 26 October 2020

Warga Resah Jembatan di Bima-Pakuniran Masih Dilintasi

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Jembatan jalan yang rusak di ruas Dusun Krajan, Desa Bima Kecamaran Pakuniran, hingga saat ini masih belum dilakukan perbaikan. Kondisi tersebut meresahkan beberapa warga. Sebab sampai saat ini, masih banyak kendaraan yang melintas di sana.

Jembatan dengam lebar sekitar 7 meter itu memiliki lubang di sebelah utara. Lubang itu terjadi usai adanya truk yang terperosok. Jembatan juga berlubang karena tergerus air dan diperkirakan akibat faktor usia.

Makruf Suja’i salah satu warga setempat mengatakan, perbaikan yang belum dilakukan itu sangat diresahkan oleh para pengendara. Pasalnya hingga saat ini masih banyak kendaraan yang melintasi jembatan jalan yang berubang.

“Masih digunakan oleh mobil-mobil. Kalau tidak cepat diperbaiki oleh pihak terkait, bisa-bisa akan ada kendaraan lain yang terperosok di jembatan itu. Kalau itu terjadi, kan kerusakannya bisa tambah parah,” ujarnya Minggu (1/3).

Menanggapi hal tersebut, Camat Pakuniran Hari Pribadi mengatakan mengatakan, pihaknya sudah memasang rambu-rambu peringatan di sekitar jembatan berlubang tersebut. Menurutnya, penggunaan jembatan masih dapat digunakan oleh mobil-mobil pribadi. Sehingga, dalam hal ini tidak dibutuhkan penutupan secara total.

“Masih bisa digunakan oleh kendaraan pribadi. Namun penggunaannya memang harus mengantre. Sedangkan untuk kendaraan yang bermuatan berat memang tidak boleh melintas di jembatan. Jadi harus melewati sebelah timur jembatan,” ujarnya.

Selain itu, kata Hari, pihaknya telah berkordinasi denga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Prrobolinggo. “Kami sudah mengirim laporan ke pihak PUPR dan rencananya akan dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkap UPT Pengelolaan Jalan dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Uria Lutvi Diarini. Pihaknya sudah melakukan pengecekan dan rencananya akan dilakukan perbaikan. “Kamis lalu sudah dicek. Rencana perbaikan akan dilakukan pada tahun ini,” ujarnya (mg1/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Ngantuk, Pemotor asal Sidoarjo Tabrak Taman Bambu Runcing Pandaan    

Motor Honda Supra X yang dikendarai korban seorang diri, menabrak taman Bambu Runcing

Fortuner Tabrak Pikap Parkir di Prigen, Tiga Terluka  

Sesampainya di lokasi kejadian, Fortuner itu menabrak dari belakang pikap Isuzu Panther pikap yang diparkir di bahu jalan sebelah kiri.

Warga Binaan Rutan Bangil Ubah Lahan Parkir Jadi Bengkel Mebel

Hidup di penjara, tidak boleh mematikan kreativitas. Sebab, meski hidup di lingkungan yang terbatas, seorang tahanan masih bisa berkreasi. Hal ini yang dilakukan di Rutan Bangil dengan mengembangkan industri mebeler.

Ajukan Lagi Lintasan Atletik Rp 4 M untuk Stadion Pogar

Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Pasuruan berencana mengusulkan kembali tambahan fasilitas di di Stadion R Soedrasono, tahun depan.

PJU di Kraksaan Sering Mati Akibat Diterpa Hujan-Angin

Setelah beberapa kali diperbaiki, Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan Kraksaan kembali mati.