Tambang di Wonosari Belum Miliki Izin, Warga Tegaskan Menolak Aktivitas

SEPI: Lahan di Dusun Wonolilo, Desa Wonosari, Gempol yang sempat dikelola pengusaha tambang sirtu, nampak lengang, Jumat (1/2). Inset: Petugas Satpol PP saat menertibkan tambang Selasa (29/1) silam. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL – Pemilik usaha tambang galian C di Dusun Wonolilo, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, akhirnya memenuhi panggilan Satpol PP. Pemilik usaha datang, setelah sempat mangkir pada pemanggilan pertama pada Kamis (31/1) lalu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko menyebutkan, pemilik usaha tambang yang disidak instansinya Selasa (29/1) siang, akhirnya datang Jumat (1/2) . Namun pemilik usaha tersebut datang melalui salah seorang utusannya.

“Hasil klarifikasi, ternyata usaha tambang tersebut yang ada di Wonolilo belum memiliki izin sama sekali. Pemilik alat beratnya pengusaha asal Prigen dengan inisial M, lahannya sewa sistem kerjasama dengan pemilik tanah,” ungkapnya.

Karena usaha tambang yang dilakukan dilapangan belum memiliki izin, pihaknya menyampaikan ke perwakilan pemilik usaha tambang tersebut untuk menghentikan aktivitas tambangnya. Penghentian tersebut harus dilakukan, sepanjang izin-izinnya dilengkapi oleh pengusaha tambang tersebut.

“Sudah kami sampaikan, yang bersangkutan bersedia menghentikan aktivitas tambang dilapangan. Apabila ternyata masih ada aktivitas, akan kami hentikan paksa sekaligus menutupnya penyegelan,” tegasnya saat dihubungi melalui saluran selulernya.

Sementara itu, media ini Jumat (1/2) pagi sempat mengunjungi dari dekat lokasi tambang yang telah disidak Satpol PP tersebut. Disana, suasananya tampak sepi. Tidak ada aktifitas sama sekali. Hanya saja alat berat berupa backhoe, sudah tak tampak dan kabarnya sudah ditarik keluar.

Terpisah, Kades Wonosari Damanhuri saat dihubungi via telepon usai sidak menyebutkan, begitu senang dengan perkembangan hasil sidak. Apalagi, setelah mengetahui informasi, bahwa tambang disana tak berizin.

Ini karena warga di Dusun Wonolilo, sejatinya menolak keberadaan aktivitas tambang tersebut. Bahkan sudah lama muncul desakan agar dihentikan. Selain itu, tuntutan lainnya adalah menguruk kembali tanah yang sudah digali berada di sebelah timur. Sebab, lahan itu berdekatan langsung dengan makam Dusun Wonolilo.

“Tuntutan warga seperti itu, ini menjadi tanggung jawab pemilik usaha tambang. Jika kemudian masih membandel, tak segan melakukan penutupan paksa,” pungkasnya. (zal/fun)