Bromo Tetap Jadi Idola untuk Liburan, Lihat Nih Kemacetan saat Tahun Baru

SUKAPURA – Puncak liburan tahun baru 2019, wisata Gunung Bromo dibanjiri pengunjung. Akibatnya, jalur turun lewat Probolinggo pun terjadi macet total dan cukup lama. Banyak wisatawan yang datang dari berbagai jalur, turun via Probolinggo.

TUNGGU JALAN: Kendaraan roda dua yang mengular di jalur ke Bromo. (Istimewa)

Kepadatan arus jalur Bromo mulai di pintu masuk Gunung Bromo sampai ke Desa Wonokerto. Mengingat, Senin (1/1) merupakan puncak arus turun dari jalur Gunung Bromo. Setidaknya, sekitar 800 kendaraan bermotor roda dua dan ratusan kendaraan roda empat yang datang ke wisata Bromo.

Kemacetan terjadi mulai pukul 10.00. Dimana, hampir semua kendaraan yang ada di jalur itu, ke arah Probolinggo atau turun.

Adanya kemacetan itu juga dibenarkan Digdoyo Djamaluddin, ketua PHRI Kabupaten Probolinggo. ”Turun dari Seruni Point pukul 10.00, baru sampai di Wonokerto setelah 3 jam,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Kondisi itu terjadi, dikatakan Yoyok-sapaannya, akibat puncak arus turun. Selain itu, banyak pengunjung yang datang lewat jalur Malang, pulangnnya lewat jalur Probolinggo. Sehingga, terjadi kepadatan kendaraan yang hendak turun.

”Kendaraan yang naik, sudah turun. Tapi, kendaraan yang turun sangat banyak karena hampir bersamaan turunnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ega Prayudi melalui Kanit Turjawali Ipda Siswandi saat dikonfirmasi mengatakan, tidak terjadi kemacetan total. Hanya terjadi kepadatan arus, akibat puncak libur tahun baru. Kondisi itu terjadi tiap tahun, di tempat wisata, terutama wisata Gunung Bromo yang paling diminati. Tetapi, pihaknya sudah menurunkan personel dari Satlantas dan Polsek Sukapura untuk pengamanan dan mengatur arus lalu lintas.

”Di semua jalur wisata ada personel yang bertugas pengamanan, termasuk mengatur arus lalu lintas. Sekarang (Selasa sore) jalur Bromo sudah normal, tidak ada kemacetan,” terangnya. (mas/fun)