alexametrics
31.5 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Sulit Dapat Penumpang, Tukang Ojek Pangkalan Gelisah, Wadul ke Dewan dan Minta Batasi Operasional Ojol

BANGIL, Radar Bromo– Keberadaan ojek online (Ojol) yang beroperasi di wilayah Pandaan, terus membuat para tukang ojek pangkalan (Opang) resah. Sebabnya, mereka kesulitan mendapat penumpang gara-gara Ojol memperoleh penumpang secara instan.

Para tukang Opang yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) itu pun mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Pada wakil rakyat itu, mereka minta agar membatasi operasional Ojol di Pandaan.

Harapannya, ada kebijakan yang bisa membuat tukang Opang beroperasi seperti sebelum ada Ojol. Sehingga, ketegangan antara Ojol dan Opang yang kerap terjadi, tak sampai muncul kembali.

Sekretaris Pokmas Opang Pandaan Kurniawan menuturkan, ada setidaknya 2 ribu Opang di wilayah Pandaan. Mereka merupakan warga asli Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Setiap harinya, mereka beroperasi di wilayah Pandaan yang tersebar di 64 pangkalan dan 42 subpangkalan.

“Kami sudah beroperasi sejak lama. Bahkan, delapan tahun yang lalu, Pokmas ini sudah berdiri,” jelas Wawan -sapaan Kurniawan-.

Semula, tidak ada masalah. Mereka hidup rukun antar sesama tukang ojek. Namun, kondisi berubah ketika Ojol muncul. Pendapatan ekonomi Opang anjlok, lantaran “serangan” driver Ojol.

Padahal, mereka punya keluarga yang harus dihidupi. Bahkan, pekerjaan sebagai tukang ojek adalah satu-satunya.

Berbeda dengan para driver Ojol. Pekerjaan tersebut biasanya hanya sampingan. Bahkan, mereka yang ada di Pandaan, sangat minim merupakan orang Pandaan. “Ada yang dari Sidoarjo hingga Malang,” sambungnya.

Menurut Wawan, ia dan rekan-rekannya sesama Opang, sulit bersaing dengan driver Ojol. Karena rata-rata Opang sudah tua dan sulit paham aplikasi.

“Kami sudah tua dan tidak bisa bekerja di pabrik. Tidak bisa buka pakai aplikasi seperti Ojol,” tuturnya.

Anggota Pokmas Opang Pandaan Faisol mengaku, sempat mendapat tawaran untuk bergabung di Ojol. Namun, dia justru berharap, Ojol yang ikut Opang. Mengingat, banyak pangkalan ojek yang bisa dipilih di Pandaan. Juga untuk menjaga kondusivitas wilayah Pandaan.

“Kami biasanya ngantre menunggu penumpang. Tiba-tiba driver Ojol datang dan langsung mengambil penumpang yang kami tunggu. Bayangkan sakitnya perasaan kami. Jangan saut-sautan seperti ini,” akunya.

Hendri, salah satu Opang lainnya menuturkan, selama ini di Pokmas sudah ada kesepatan internal. Bahwa tukang ojek di sebuah pangkalan, tidak boleh mengambil penumpang di pangkalan lain.

Berbeda dengan Ojol. Mereka langsung datang dan mengambil penumpang di depan mata Opang. “Mereka memang punya aplikasi. Yang kami inginkan, bagaimana solusinya agar kami bisa memenuhi hajat hidup,” ulasnya.

Pertemuan demi pertemuan sejatinya sempat dilakukan di Kecamatan ataupun Polsek Pandaan. Tapi, belum ada solusi yang benar-benar membantu.

ILUSTRASI: Ojek online. (Foto dok)

Opang bahkan sempat memasang banner larangan masuk wilayah bagi Ojol. Nyatanya, driver Ojol tetap masuk. Bahkan, banner yang sempat dipasang, akhirnya ditertibkan Satpol PP. “Kami sungguh-sungguh ingin solusi,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Nik Sugiharti mengaku prihatin dengan kondisi Opang. Ia menilai, butuh ada aturan antara Ojol dengan Opang. “Karena itu, kami akan mengundang pihak Ojol untuk hearing,” ulasnya.

Sementara itu, Yusuf Daniel, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan lainnya meminta waktu, supaya bisa mengundang pihak Ojol. Pertemuan dengan Ojol nantinya, diharapkan bisa ada pembagian wilayah.

“Di mana Ojol boleh beroperasi atau tidak. Nantinya, bisa dibagi secara proporsional,” tandasnya.

Arifin, anggota Komisi III DPRD berharap Dishub Kabupaten Pasuruan juga menyikapi hal ini. Yakni, dengan memberikan penekanan terhadap titik-titik yang bisa dilalui Ojol atau tidak dalam mengambil penumpang. “Harus ada banner yang berstempel Dishub,” jelasnya.

Kabid Angkutan di Dishub Kabupaten Pasuruan mengaku, tak bisa berbuat banyak atas persoalan tersebut. Karena masalah yang ada, tidak diatur dalam Permenhub Nomor 12 Tahun 2019.

“Tidak ada aturan yang membatasi itu (lokasi Ojol beroperasi, Red). Kami tidak bisa begini atau begitu. Karena yang diatur hanya masalah keselamatan hingga keamanan penumpang,” ucapnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Zaini menegaskan, bakal melakukan hearing lanjutan. Pihaknya akan mengundang provider Ojol, Pokmas, hingga Dishub untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Kami juga akan mengomunikasikan dengan Kementerian Perhubungan atas persoalan ini dalam waktu dekat,” pungkas dia. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Waspada Banjir di Kab Probolinggo, Dinas PUPR Pantau Pintu Air Ini

Mengingat hujan mulai turun, pemantauan pintu air lebih diintensifkan.

Sampah Sering Berserakan, Rencanakan TPS di Dekat Jembatan Krejengan

Keresahan warga Desa/Kecamatan Krejengan dan para pengendara yang melintasi jembatan di sana akan berakhir.

Long Weekend, Ketua PHRI: Okupansi Hotel di Pasuruan Naik 80 Persen

Okupansi hotel-hotel di Kabupaten Pasuruan naik hingga 80 persen, bahkan, diprediksi naik sampai hari Minggu nanti.

Polisi: Pelaku Curanmor di Petungasri Komplotan Spesialis

Para pelaku yang menggondol dua motor di Lingkungan Pasegan, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terlihat cukup tenang ketika beraksi.

Tersisa Rehab 534 RTLH Belum Rampung di Kab Pasuruan

Sebanyak 2 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan bakal dibedah tahun ini.