alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Pengendara Keluhkan Rambu Jalan Proyek Jalan yang Tak Terlihat saat Malam Hari

PAITON, Radar Bromo– Pengerjaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Probolinggo-Paiton-Situbondo dikeluhkan oleh beberapa pengendara. Pasalnya, rambu jalan di beberapa titik jalan tidak terlihat saat malam hari sehingga meresahkan.

Seperti yang diungkapkan Asfirul hidayah 25, salah satu pengendara mobil asal Desa Kertososno, Kecamatan Gading. Dia menyampaikan, saat dirinya melintasi jalan proyek yang dalam pengerjaan Selasa (29/10), sekitar pukul 20.00, dia  merasa sebagian rambu tidak terlihat jelas. Sehingga membahayakan pengendara.

Asfir sapaan akrabnya juga menceritakan, ada beberapa pengendara yang harus mengerem mendadak saat menyalip kendaraan lain dikarenakan saat menyalip menemukan rambu–rambu yang tidak terlihat. “Rambu pengerjaan proyek tidak terlihat saat malam hari, sehingga sering hampir ditabrak pengendara,” ujarnya.

Keluhan itu juga senada dengan yang di jelasakan Lutfirahman Hafiah 28, warga asal Kecamatan Pajarakan. Lutfirahman yang  kerap melintas disana tiap Sabtu malam, juga merasa ambu-rambu kurang terlihat. “Kalau pas pulang kadang ada pengendara yang hampir menabrak rambu-rambu proyek. Bahkan malah hampir masuk ke jalan yang sedang diperbaiki,” ujarnya.

Selain tidak terlihat, menurut Lutfirahman, rambu-rambu itu juga tidak di barengi dengan penerangan yang jelas. Sebab rambu–rambu ada yang hanya menggunakan bahan seperti banner reklame, sehingga saat malam tidak memantulkan cahaya.

Di sisi lain, koordinator Pengawas dari Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur Candra Erfin menjelaskan, seluruh rambu pemberitahuan yang ada di sepanjangan proyek, sejak awal pengerjaan  sudah dilengkapi dengan petunjuk kemanan bagi pengendara. Termasuk menggunakan bahan yang mudah memantulkan cahaya ketika disorot oleh lampu.

“Beberapa rambu menggunakan fosfor yang bercahaya saat malam, juga ada yang menggunakan lampu lite untuk penerangannya,” ujarnya.

Atas keluhan pengendara, pihaknya menjelaskan bahwa, kontrol dan pemantauan rambu, rambu itu sudah dilakukan dari awal. “Tipa dua hari sekali pihak kami sudah melakukan kontrol pada rambu pemberitahuan,” ujarnya.

Kontrol itu bertujuan untuk mengantisipasi rambu-rambu yang tertutupi debu atau ada fosfor yang sudah tidak berfungsi. “Selebihnya untuk pengendara harus terus berhati, karena proyek jalan ini masih belum sepenuhnya rampung,” ujarnya. (mg1/fun)

PAITON, Radar Bromo– Pengerjaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Probolinggo-Paiton-Situbondo dikeluhkan oleh beberapa pengendara. Pasalnya, rambu jalan di beberapa titik jalan tidak terlihat saat malam hari sehingga meresahkan.

Seperti yang diungkapkan Asfirul hidayah 25, salah satu pengendara mobil asal Desa Kertososno, Kecamatan Gading. Dia menyampaikan, saat dirinya melintasi jalan proyek yang dalam pengerjaan Selasa (29/10), sekitar pukul 20.00, dia  merasa sebagian rambu tidak terlihat jelas. Sehingga membahayakan pengendara.

Asfir sapaan akrabnya juga menceritakan, ada beberapa pengendara yang harus mengerem mendadak saat menyalip kendaraan lain dikarenakan saat menyalip menemukan rambu–rambu yang tidak terlihat. “Rambu pengerjaan proyek tidak terlihat saat malam hari, sehingga sering hampir ditabrak pengendara,” ujarnya.

Keluhan itu juga senada dengan yang di jelasakan Lutfirahman Hafiah 28, warga asal Kecamatan Pajarakan. Lutfirahman yang  kerap melintas disana tiap Sabtu malam, juga merasa ambu-rambu kurang terlihat. “Kalau pas pulang kadang ada pengendara yang hampir menabrak rambu-rambu proyek. Bahkan malah hampir masuk ke jalan yang sedang diperbaiki,” ujarnya.

Selain tidak terlihat, menurut Lutfirahman, rambu-rambu itu juga tidak di barengi dengan penerangan yang jelas. Sebab rambu–rambu ada yang hanya menggunakan bahan seperti banner reklame, sehingga saat malam tidak memantulkan cahaya.

Di sisi lain, koordinator Pengawas dari Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur Candra Erfin menjelaskan, seluruh rambu pemberitahuan yang ada di sepanjangan proyek, sejak awal pengerjaan  sudah dilengkapi dengan petunjuk kemanan bagi pengendara. Termasuk menggunakan bahan yang mudah memantulkan cahaya ketika disorot oleh lampu.

“Beberapa rambu menggunakan fosfor yang bercahaya saat malam, juga ada yang menggunakan lampu lite untuk penerangannya,” ujarnya.

Atas keluhan pengendara, pihaknya menjelaskan bahwa, kontrol dan pemantauan rambu, rambu itu sudah dilakukan dari awal. “Tipa dua hari sekali pihak kami sudah melakukan kontrol pada rambu pemberitahuan,” ujarnya.

Kontrol itu bertujuan untuk mengantisipasi rambu-rambu yang tertutupi debu atau ada fosfor yang sudah tidak berfungsi. “Selebihnya untuk pengendara harus terus berhati, karena proyek jalan ini masih belum sepenuhnya rampung,” ujarnya. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/