alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Merasa Nama Dicemarkan, Ponakan Wali Kota Probolinggo Lapor Polisi

MAYANGAN, Radar Bromo– Urusan utang-piutang membuat dua warga Kota Probolinggo berseteru. Kamis (31/10), Muhammad Al Amin, 21, warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mempolisikan Usman, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan.

Tudingannya, bukan lagi masalah utang. Melainkan karena status yang ditulis Usman di media sosial. Amin datang ke Polres Probolinggo Kota didampingi kuasa hukumnya, Novan Agus Priyanto.

Amin yang mengaku sebagai keponakan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin melaporkan Usman atas tudingan pencemaran nama baik. Usman telah mem-posting fotonya di akun facebook Usman dengan caption ‘kapan bayar utangnya’.

“Yang kami sayangkan, mengapa dilarikan ke masalah pidana dengan mem-posting hal yang merugikan dan mencemarkan nama baik klien saya serta keluarga besarnya,” ujar Novan di Mapolresta, kemarin.

Menurutnya, yang meminjam dan menggunakan uang milik Usman bukan Amin. Melainkan rekannya yang berinisial ADC. Di antara mereka juga sudah ada kesepakatan, jika utang itu akan dibayar oleh orang tua ADC. “Memang saat meminjam uang, klien saya turut mendampingi. Tapi, uang itu tidak digunakan oleh klien saya dan sudah ada kesepakatan di Polsek Bantaran,” ujarnya.

Menurut Amin, kesepakatan dibuat di Polsek Bantaran pada 30 September, sudah jelas. Ada hitam di atas putih. Bahkan, ayah ADC dan ADC juga hadir dan ikut tanda tangan. Mereka sepakat utang Rp 80 juta itu akan dibayar oleh orang tua ADC. “Uang itu dipakai oleh ADC untuk caleg 2019, namun gagal,” ujar Amin.

Mendapati laporan Amin, Usman masih enggan memberikan banyak keterangan. Alasannya, apa yang dilakukan Amin hanya sebatas pengaduan masyarakat (penmas). “Ini masih penmas. Jadi, saya tidak berkomentar dulu,” ujarnya.

Di sisi lain, Satreskrim Polresta masih menelaah pengaduan Amin. “Kami terima pengaduannya, kemudian nanti pihak penyidik menelaah dahulu,” ujar Kasat Reskrim Mapolresta AKP Nanang Fendy Dwi Susanto. (rpd/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.

Simpatisan Benahi APK Milik Gus Ipul-Mas Adi yang Dirusak

Sampai saat ini tim p[emenangan gus ipul-mas adi menerima laporan puluhan baliho