alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

4 Tahun Diburu, Eksekutor Pembunuhan Isu Santet di Puspo Ditangkap

BANGIL, Radar Bromo – Setelah empat tahun, terduga eksekutor pembunuhan Kasman, 77, ditangkap. Pelakunya yaitu, Lindang, 30, warga Dusun Mangu, Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.

Pelaku diringkus polisi saat menjalani program asimilasi dari Lapas Porong, Sidoarjo. Ia ditangkap di rumahnya oleh anggota Satreskrim Polres Pasuruan, Minggu (20/9), pukul 18.00. Begitu ditangkap, dia langsung diamankan di sel Mapolres Pasuruan.

Wakapolres Pasuruan Kompol Muhammad Harris menguraikan, Lindang terlibat kasus pembunuhan terhadap Kasman pada 6 April 2016. Dia merupakan eksekutor dalam pembunuhan berencana itu.

“Kasus pembunuhan tersebut, dipicu dendam keluarga,” ungkap Harris dalam pers rilis, kemarin (30/9).

Tidak sendirian, ada tiga pelaku lain yang terlibat. Tiga pelaku sudah ditangkap lebih dulu. Sementara Lindang baru bisa ditangkap. Sebab, selama ini dia menjalani hukuman sebagai napi kasus perampasan dengan kekerasan di Lapas Porong, Sidoarjo.

Isu santet itu berasal dari sakit perut yang diderita ST, ibu dari pelaku Lindang. Sudah lama ST sakit perut dan tidak kunjung sembuh. Kondisi itu membuat pelaku gelisah. Pelaku pun mengadukan sakit ibunya itu pada bapaknya, Satiman.

Aduan itu kemudian memicu kesimpulan yang tak mengenakkan. Satiman menduga kuat, istrinya sakit karena disantet. Dan Kasman dituduh sebagai orang yang menyantet istrinya.

Karena itulah, Satiman kemudian merencanakan untuk menghabisi sumber penyakit yang diderita istrinya. Yakni dengan membunuh Kasman. Rencana pembunuhan pun dirancang. Hingga akhirnya, aksi pembunuhan dijalankan.

Empat orang mendatangi rumah korban Kasman pada dini hari, 6 April 2016. Mereka berbagi tugas. Lindang sebagai eksekutor pembunuhan. Sementara Maryono, Rapi’i dan Sianto bertugas menjaga pintu agar korban tidak kabur.

Pelaku Lindang lantas membacok korban dengan wedung secara sadis. Ia membacok korban secara membabi buta, hingga korban pun tewas. Begitu nyawa korban lenyap, para pelaku kabur. Termasuk Lindang.

Petugas Polres Pasuruan pun memburu para pelaku. Satu per satu pelaku berhasil ditangkap saat itu. Lindang sendiri baru ditangkap, Minggu (20/9). Dia ditangkap di rumahnya saat menjalani masa asimilasi dari Lapas Porong.

“Tersangka merupakan tahanan yang mendapat program asimilasi dari pemerintah. Begitu berada di rumahnya, petugas langsung menciduknya,” beber dia.

Saat diwawancarai, Lindang tak mengelak menjadi eksekutor pembunuhan terhadap korban Kasman. Bahkan, ia meyakinkan bahwa korban memang seorang dukun santet. Itu yang akhirnya membuat dirinya membunuh korban. Terlebih, ibunya sakit bertahun-tahun lamanya. “Memang dia itu (korban, red) dukun santet,” yakinnya.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo pasal 338 subsider pasal 55 KUHP tentang pembunuhan yang dilakukan secara bersama-sama. Ancamannya penjara seumur hidup. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Setelah empat tahun, terduga eksekutor pembunuhan Kasman, 77, ditangkap. Pelakunya yaitu, Lindang, 30, warga Dusun Mangu, Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.

Pelaku diringkus polisi saat menjalani program asimilasi dari Lapas Porong, Sidoarjo. Ia ditangkap di rumahnya oleh anggota Satreskrim Polres Pasuruan, Minggu (20/9), pukul 18.00. Begitu ditangkap, dia langsung diamankan di sel Mapolres Pasuruan.

Wakapolres Pasuruan Kompol Muhammad Harris menguraikan, Lindang terlibat kasus pembunuhan terhadap Kasman pada 6 April 2016. Dia merupakan eksekutor dalam pembunuhan berencana itu.

“Kasus pembunuhan tersebut, dipicu dendam keluarga,” ungkap Harris dalam pers rilis, kemarin (30/9).

Tidak sendirian, ada tiga pelaku lain yang terlibat. Tiga pelaku sudah ditangkap lebih dulu. Sementara Lindang baru bisa ditangkap. Sebab, selama ini dia menjalani hukuman sebagai napi kasus perampasan dengan kekerasan di Lapas Porong, Sidoarjo.

Isu santet itu berasal dari sakit perut yang diderita ST, ibu dari pelaku Lindang. Sudah lama ST sakit perut dan tidak kunjung sembuh. Kondisi itu membuat pelaku gelisah. Pelaku pun mengadukan sakit ibunya itu pada bapaknya, Satiman.

Aduan itu kemudian memicu kesimpulan yang tak mengenakkan. Satiman menduga kuat, istrinya sakit karena disantet. Dan Kasman dituduh sebagai orang yang menyantet istrinya.

Karena itulah, Satiman kemudian merencanakan untuk menghabisi sumber penyakit yang diderita istrinya. Yakni dengan membunuh Kasman. Rencana pembunuhan pun dirancang. Hingga akhirnya, aksi pembunuhan dijalankan.

Empat orang mendatangi rumah korban Kasman pada dini hari, 6 April 2016. Mereka berbagi tugas. Lindang sebagai eksekutor pembunuhan. Sementara Maryono, Rapi’i dan Sianto bertugas menjaga pintu agar korban tidak kabur.

Pelaku Lindang lantas membacok korban dengan wedung secara sadis. Ia membacok korban secara membabi buta, hingga korban pun tewas. Begitu nyawa korban lenyap, para pelaku kabur. Termasuk Lindang.

Petugas Polres Pasuruan pun memburu para pelaku. Satu per satu pelaku berhasil ditangkap saat itu. Lindang sendiri baru ditangkap, Minggu (20/9). Dia ditangkap di rumahnya saat menjalani masa asimilasi dari Lapas Porong.

“Tersangka merupakan tahanan yang mendapat program asimilasi dari pemerintah. Begitu berada di rumahnya, petugas langsung menciduknya,” beber dia.

Saat diwawancarai, Lindang tak mengelak menjadi eksekutor pembunuhan terhadap korban Kasman. Bahkan, ia meyakinkan bahwa korban memang seorang dukun santet. Itu yang akhirnya membuat dirinya membunuh korban. Terlebih, ibunya sakit bertahun-tahun lamanya. “Memang dia itu (korban, red) dukun santet,” yakinnya.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo pasal 338 subsider pasal 55 KUHP tentang pembunuhan yang dilakukan secara bersama-sama. Ancamannya penjara seumur hidup. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/