alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Tiga Bulan Telan Rp 600 Juta untuk Salurkan Air Bersih di Kab Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Penyaluran air bersih di wilayah Kabupaten Pasuruan menyerap dana yang tak murah. Betapa tidak, Pemkab harus mengeluarkan dana hingga Rp 600 juta untuk tiga bulan terakhir.

Dana itu terhitung sejak akhir Juli hingga September 2019 ini. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyampaikan, biaya tinggi itu dipengaruhi dana operasional untuk penyaluran yang besar.

Seperti dana untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM). Apalagi, penyaluran air bersih tersebut hampir setiap hari dilakukan. Pelaksanaannya dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari.

“Kami intens melakukan penyaluran air bersih di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air. Khususnya untuk daerah Pasrepan, Lumbang, ataupun Winongan, bisa sehari tiga kali kami lakukan. Sementara untuk kecamatan lain, intensitas penyalurannya tidak setinggi tiga daerah tersebut,” kata Bakti, sapaannya.

Dana tersebut bisa saja bertambah. Mengingat, penyaluran air bersih terus dilakukan. Bahkan, ada permintaan tambahan air bersih. “Kemarau kan masih berlangsung. Jadi, bisa saja kebutuhan dana untuk penyaluran air bersih meningkat,” tambahnya. (one/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Penyaluran air bersih di wilayah Kabupaten Pasuruan menyerap dana yang tak murah. Betapa tidak, Pemkab harus mengeluarkan dana hingga Rp 600 juta untuk tiga bulan terakhir.

Dana itu terhitung sejak akhir Juli hingga September 2019 ini. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyampaikan, biaya tinggi itu dipengaruhi dana operasional untuk penyaluran yang besar.

Seperti dana untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM). Apalagi, penyaluran air bersih tersebut hampir setiap hari dilakukan. Pelaksanaannya dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari.

“Kami intens melakukan penyaluran air bersih di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air. Khususnya untuk daerah Pasrepan, Lumbang, ataupun Winongan, bisa sehari tiga kali kami lakukan. Sementara untuk kecamatan lain, intensitas penyalurannya tidak setinggi tiga daerah tersebut,” kata Bakti, sapaannya.

Dana tersebut bisa saja bertambah. Mengingat, penyaluran air bersih terus dilakukan. Bahkan, ada permintaan tambahan air bersih. “Kemarau kan masih berlangsung. Jadi, bisa saja kebutuhan dana untuk penyaluran air bersih meningkat,” tambahnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/