alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Tagih Motor di Rangkang, Enam Debt Collector Nyaris Dimassa

KRAKSAAN, Radar Bromo – Enam orang hampir menjadi bulan-bulanan warga di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Senin (30/9) itu, mereka diduga sebagai debt collector atau juru tagih yang hendak merampas sepeda motor milik warga. Syukur, warga masih bisa bersabar dan enam juru tagih itu cepat pergi.

Dari Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, awalnya enam tukang jabal itu mengendarai sepeda motor. Mereka hendak merampas sepeda motor Honda Beat yang dikendarai seorang warga yang identitasnya belum diketahui.

Semula warga yang melihatnya hanya memperhatikan dari jarak cukup jauh. Tak lama kemudian, sejumlah warga mengerumuni mereka. Bahkan, ada warga sempat hendak memukul salah satu tukang jabal. “Tadi sudah mau dipukul. Hanya saja tidak dilakukan. Warga hanya mengusir keenam debt collector itu,” ujar salah seorang warga, Abdul.

Pernyataan Abdul diamini oleh Taufik. Ia mengaku hendak membeli es dan melihat seorang pemuda dikerumuni enam orang. “Kayaknya mereka hendak merampas motornya. Karena itu, kami ramai-ramai mendatangi enam orang itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika pihaknya bersama sejumlah warga mendatangi mereka, pemuda pemilik motor yang hendak dijabal pergi. Yang tersisa hanya para debt collector. Warga pun meminta mereka pergi. “Kami sudah muak dengan ulah mereka. Karena itu, kami membantu,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo telah berusaha meminta keterangan kepada enam orang tersebut. Namun, setelah dikerumuni warga mereka memilih pergi. Amarah warga pun mereda. Karena kejadian itu, lokasi kejadian sempat ramai dan mengakibatkan arus lalin terganggu. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Enam orang hampir menjadi bulan-bulanan warga di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Senin (30/9) itu, mereka diduga sebagai debt collector atau juru tagih yang hendak merampas sepeda motor milik warga. Syukur, warga masih bisa bersabar dan enam juru tagih itu cepat pergi.

Dari Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, awalnya enam tukang jabal itu mengendarai sepeda motor. Mereka hendak merampas sepeda motor Honda Beat yang dikendarai seorang warga yang identitasnya belum diketahui.

Semula warga yang melihatnya hanya memperhatikan dari jarak cukup jauh. Tak lama kemudian, sejumlah warga mengerumuni mereka. Bahkan, ada warga sempat hendak memukul salah satu tukang jabal. “Tadi sudah mau dipukul. Hanya saja tidak dilakukan. Warga hanya mengusir keenam debt collector itu,” ujar salah seorang warga, Abdul.

Pernyataan Abdul diamini oleh Taufik. Ia mengaku hendak membeli es dan melihat seorang pemuda dikerumuni enam orang. “Kayaknya mereka hendak merampas motornya. Karena itu, kami ramai-ramai mendatangi enam orang itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika pihaknya bersama sejumlah warga mendatangi mereka, pemuda pemilik motor yang hendak dijabal pergi. Yang tersisa hanya para debt collector. Warga pun meminta mereka pergi. “Kami sudah muak dengan ulah mereka. Karena itu, kami membantu,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo telah berusaha meminta keterangan kepada enam orang tersebut. Namun, setelah dikerumuni warga mereka memilih pergi. Amarah warga pun mereda. Karena kejadian itu, lokasi kejadian sempat ramai dan mengakibatkan arus lalin terganggu. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/