alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Defisit Anggaran Masih Besar di Kota Probolinggo

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Perubahan APBD 2019 di Kota Probolinggo mencatatkan, jumlah anggaran masih mencatat defisit yang cukup besar yaitu mencapai Rp 266 Miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan defisit pada neraca P-APBD 2019.

Berdasarkan informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pendapatan di tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun 2018. Di tahun 2018 pendapatan Kota Probolinggo mencapai Rp 960,9 Miliar. Namun di 2019 berubah menjadi Rp 1,034 Triliun.

Di sisi lain, anggaran belanja juga meningkat. Dari yang sebelumnya hanya mencapai 1,195 Triliun, kemudian naik menjadi Rp 1,301 triliun. Akibatnya, penambahan belanja daerah ini membuat angka defisit bertambah Rp 32 miliar.

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, Abdul Mujib, Ketua DPRD Kota Probolinggo menjelaskan bahwa struktur P-APBD Kota Probolinggo menganut sistem defisit. “Dimana anggaran sambil berjalan di APBD Induk dan P-APBD saling menutupi . Upaya menutupi defisit ini bisa dilakukan melalui SILPA ,” ujarnya.

Sekretaris DPC PKB ini menjelaskan bahwa adanya defisit itu tidak masalah. “Asalkan tidak mati, artinya sampai berutang untuk menutupi defisit. Itu tidak bisa,” ujarnya.

Namun DPRD bukan tidak melakukan evaluasi terhadap proses penganggaran APBD maupun P-APBD. Setiap tahun evaluasi anggaran selalu dilakukan. “Evaluasi ini termasuk untuk menelusuri sumber defisit APBD. Paling banyak berkenaan dengan pendapatan, pendapatan itu yang kami atur,” ujarnya.

Evaluasi ini juga termasuk terhadap pendapatan Asli daerah (PAD), dana perimbangan dari Pemerintah pusat. “Kalau saya melihat, untuk PAD salah satu poin penting yang akan kita benahi terkait PAD. Potensi PAD akan kami tertibkan, seperti dari pajak perusahaan, perhotelan termasuk dari parkir,” ujarnya.

Sementara itu Achmad Sudianto, Plt Sekda Kota Probolinggo sata dikonfirmasi menjelaskan, adanya defisit dalam P-APBD ini juga melihat dari situasi keuangan daerah. “Saat ini juga P-APBD 2019 masih dalam proses evaluasi Gubernur,” ujarnya singkat.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, setelah melalui proses pembahasan selama 8 hari akhirnya P-APBD 2019 disahkan DPRD dan Pemkot Probolinggo jumat lalu. Saat ini Anggaran P-APBD 2019 masih dalam proses evaluasi Gubernur. (put/one/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Perubahan APBD 2019 di Kota Probolinggo mencatatkan, jumlah anggaran masih mencatat defisit yang cukup besar yaitu mencapai Rp 266 Miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan defisit pada neraca P-APBD 2019.

Berdasarkan informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pendapatan di tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun 2018. Di tahun 2018 pendapatan Kota Probolinggo mencapai Rp 960,9 Miliar. Namun di 2019 berubah menjadi Rp 1,034 Triliun.

Di sisi lain, anggaran belanja juga meningkat. Dari yang sebelumnya hanya mencapai 1,195 Triliun, kemudian naik menjadi Rp 1,301 triliun. Akibatnya, penambahan belanja daerah ini membuat angka defisit bertambah Rp 32 miliar.

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, Abdul Mujib, Ketua DPRD Kota Probolinggo menjelaskan bahwa struktur P-APBD Kota Probolinggo menganut sistem defisit. “Dimana anggaran sambil berjalan di APBD Induk dan P-APBD saling menutupi . Upaya menutupi defisit ini bisa dilakukan melalui SILPA ,” ujarnya.

Sekretaris DPC PKB ini menjelaskan bahwa adanya defisit itu tidak masalah. “Asalkan tidak mati, artinya sampai berutang untuk menutupi defisit. Itu tidak bisa,” ujarnya.

Namun DPRD bukan tidak melakukan evaluasi terhadap proses penganggaran APBD maupun P-APBD. Setiap tahun evaluasi anggaran selalu dilakukan. “Evaluasi ini termasuk untuk menelusuri sumber defisit APBD. Paling banyak berkenaan dengan pendapatan, pendapatan itu yang kami atur,” ujarnya.

Evaluasi ini juga termasuk terhadap pendapatan Asli daerah (PAD), dana perimbangan dari Pemerintah pusat. “Kalau saya melihat, untuk PAD salah satu poin penting yang akan kita benahi terkait PAD. Potensi PAD akan kami tertibkan, seperti dari pajak perusahaan, perhotelan termasuk dari parkir,” ujarnya.

Sementara itu Achmad Sudianto, Plt Sekda Kota Probolinggo sata dikonfirmasi menjelaskan, adanya defisit dalam P-APBD ini juga melihat dari situasi keuangan daerah. “Saat ini juga P-APBD 2019 masih dalam proses evaluasi Gubernur,” ujarnya singkat.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, setelah melalui proses pembahasan selama 8 hari akhirnya P-APBD 2019 disahkan DPRD dan Pemkot Probolinggo jumat lalu. Saat ini Anggaran P-APBD 2019 masih dalam proses evaluasi Gubernur. (put/one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/