Penggilingan Padi di Desa Ngabar Terbakar, Pemiliknya Merugi Puluhan Juta

PEMBASAHAN: Petugas Damkar Kabupaten Pasuruan melakukan pembasahan terhadap gudang penggilngan padi, yang terbakar Minggu (1/9) siang. (Foto: PMK Kabupaten Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRATON, Radar Bromo– Kepanikan sempat terjadi di Dusun Krajan, Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan Minggu siang (1/8). Itu setelah sebuah penggilingan padi dan jagung “Karya Sejati” di desa setempat terbakar. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 11.00. Siang itu, salah seorang warga asal Desa Tambaksari, Kecamatan Kraton, Soleh, 40 melintas di depan penggilingan padi dan jagung “Karya Sejati”. Ia melihat ada api berkobar di penggilingan yang sedang tutup itu.

Ia lantas mendatangi rumah pemilik penggilingan, Prayitno, 54 untuk memberitahukan kejadian kebakaran ini. Selanjutnya, Prayitno menju lokasi penggilingan miliknya yang terbakar. Dan bersama dengan warga sekitar berupaya memadamkan api yang berkobar secara manual.

Dengan menggunakan peralatan seadanya, mulai dari timba dan pompa air, mereka bahu membahu berupaya memadamkan kobaran api. Dan sekitar 30 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran (PMK) Kabupaten Pasuruan tiba di lokasi.

Pemadaman dilakukan selama lebih dari satu jam dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00. tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. sebab, kebetulan penggilingan ini sedang libur. Namun, kerugian materiil (kermat) yang dialami oleh korban mencapai Rp 50 juta.

Akibat peristiwa kebakaran ini ada dua barang yang ikut terbakar di ruang penggilingan yang berukuran 8×10 meter itu. Yaitu, satu buah mesin penggerak diesel dan dua buah timbangan digital seberat 300 kilogram merek Philips dan merek Karsel.

Kapolsek Kraton, AKP Masroni membenarkan adanya kebakaran pada penggilingan padi dan jagung di Desa Ngabar, Kecamatan Kraton. Diduga api berasal dari tumpukan sakem (kulit padi) yang tercampur oli mesin penggerak yang berada di dekat mesin penggerak.

“Sekitar tiga hari yang lalu, karyawan penggilingan setempat menyiram sakem yang bercampur oli. Itu dikarenakan keluar asap dari tempat itu. Dimungkinkan penyiraman kurang merata sehingga di dalam tumpukan kulit padi tersebut masih terdapat api,”terang Masroni. (riz/fun)