Rampas HP-Aniaya Korban, Warga Jember Ini Dimassa di Pandaan

PANDAAN – Moch. Choirul Roziqin, 22, warga Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember jadi bulan-bulanan warga, Kamis (30/8). Itu setelah aksi nekatnya merampas handphone milik SF, 24, di sebuah indekos di Pandaan, Kamis (30/8) lalu berhasil digagalkan.

Beruntung, pemilik indekos di Lingkungan Jogonalan, Kelurahan Jogosari, itu langsung menghubungi petugas Polsek Pandaan. Petugas pun langsung meluncur ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

Kini, Choirul harus mendekam di sel Mapolsek Pandaan. Sementara wajahnya mengalami sejumlah lebam akibat dihajar warga. Yaitu di mata dan bibir.

Informasi yang berhasil dihimpun, Choirul sejatinya tidak kenal korban. Namun, pelaku beberapa kali main ke indekos korban. Sebab, pacar pelaku, indekos di tempat itu juga.

Diduga, pelaku sudah lama mengincar HP korban. Sampai akhirnya, pelaku nekat meminta paksa HP warga Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu.

Ceritanya, Kamis (30/8) petang pukul 18.00, pelaku mengetuk pintu kamar korban. Korban pun membuka pintu kamarnya. Begitu pintu dibuka, pelaku langsung menendang pintu dan menodongkan pisau pada korban. Saat itu juga, pelaku meminta paksa HP korban.

Namun, korban menolak memberikan HP miliknya. Dia malah berteriak minta tolong. Pelaku yang naik pitam, langsung memukul korban dan membenturkan kepala korban ke dinding kamar.

Tak lama berselang, warga sekitar mendatangi indekos itu. Pelaku pun tertangkap tangan sedang menganiaya korban. Merasa geram, warga pun menghajar pelaku hingga babak belur.

“Kejadiannya habis magrib, suasananya memang sepi. Kami tahunya setelah kejadian. Korban luka-luka lebam pada bagian kepala dan wajahnya, yang ternyata dianiaya pelaku yang berusaha merampas HP miliknya,” terang Insulton, pemilik indekos yang juga saksi mata.

Petang itu juga, Insulton membawa korban ke RS Mitra Sehat Medika di By Pass Pandaan untuk dirawat. Sementara pelaku diamankan petugas bersama sejumlah barang bukti. Antara lain satu buah pisau dapur, satu buah kunci pas, dan satu unit motor Honda Vario warna hitam tanpa nopol.

“Kasusnya kami tangani dan saat ini dalam proses penyidikan. Pelaku sudah mengakui semua perbuatannya. Dia terancam dijerat dengan pasal 53 jo 365 KUHP,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Pandaan Iptu Agus Purnomo. (zal/hn/mie)