Termakan Isu Santet, Pemuda di Kotaanyar Aniaya Tetangganya

KOTAANYAR, Radar Bromo – Apa yang dilakukan Samsul Arifin, 26, ini tak patut ditiru. Karena termakan isu santet, ia menganiaya dua tetangganya.

Korbannya yaitu Artamin, 80 dan Nidi, 25. Keduanya adalah mertua-menantu. Mereka warga Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Karena perbuatannya itu, pelaku diringkus Polsek Kotaanyar. Dia diamankan Kamis (13/7) pukul 10.00 di rumahnya di Desa Sambirampak Kidul. Pelaku langsung digiring ke mapolsek untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsoni menjelaskan, pelaku menganiaya korban karena termakan isu santet. Dia sakit berbulan-bulan. Lalu ada isu, dirinya sakit karena disantet korban Artamin. Karena itu, pelaku pun sakit hati.

Pelaku lantas mendatangi rumah korban, Rabu (24/4) sekitar pukul 01.30. Setibanya di rumah korban, pelaku menggedor pintu rumah itu. Dia lantas minta korban Artamin keluar.

Nidi -menantu korban Artamin-, lantas membukakan pintu. Sementara korban Artamin yang sedang tidur saat itu, terbangun karena ada suara pintu digedor.

“Pintu dibuka oleh Nidi, menantu dari korban Artamin. Pelaku lantas menghampiri korban Artamin dan mencekiknya. Dia juga mendorong korban hingga jatuh ke kursi. Akibatnya, tangan kiri korban luka robek,” katanya.

Belum puas, pelaku kemudian menampar Nidi. Pipi korban Nidi sampai memar karena tamparan itu.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, akhirnya korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kotaanyar. Hingga kemudian, petugas Mapolsek Kotaanyar menangkap pelaku.

“Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap pelaku. Motif penganiayaan ini karena ada isu bahwa sakit yang diderita pelaku akibat disantet oleh korban,” jelasnya.

Kasus itu sendiri sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Bahkan, sudah melalui tahap dua. Korban diserahkan kepada Kejari dan tinggal menunggu sidang.

“Tinggal nunggu sidang. Sudah tahap dua, 15 Juli lalu,” terangnya. (sid/hn/fun)