Selama 6 Bulan, Sudah 44 Nyawa Melayang di Jalan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jalan raya masih menjadi “pembunuh” yang besar untuk merenggut nyawa manusia. Tilik saja catatan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo selama kurun waktu Januari-Juli tahun ini. Satlantas mencatat, selama enam bulan ini ada 304 insiden kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya. Dari angka 304 insiden, ada 412 orang yang menjadi korban, dengan 44 di antaranya meninggal dunia.

Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo, Ipda Nyoman Harayasa menyebutkan, dari awal tahun 2020 hingga Juli, ada ratusan laka lantas yang terjadi di wiayah kerjanya. Terhitung dalam insiden tersebut ada 412 orang korban, dengan rincan 44 orang meninggal dunia (MD), 367 korban mengalami luka ringan (LR) dan satu korban mengalami luka berat.

“Terhitung sejak Januri hingga Juli pada minggu terakhir. Jadi ada ratusan kejadian dan ratusan korban,” ujarnya.

Dalam bulan Juli saja, kecelakaan di wilayah hukum Polres Probolinggo terjadi ada 36 kasus. Dari angka tersebut, kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua. Adapun kendaraan yang terlibat kecelakaan berjumlah 55 kendaran. Dari 36 kasus, tercatat ada 9 korban meninggal dunia dan 32 mengalami luka ringan.

Harayasa menjelaskan, kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut beragam. Dimulai mobil penumpang, bus, mobil barang dan kendaraan tidak bermotor. Di samping itu. Selain itu laka lantas itu juga memiliki jenis kejadian yang berbeda.

“Dimulai dari, kecelakaan tunggal, kecelakaan depan-depan, depan-belakang, dan depan-samping. Kemudian kecelakaan beruntun, tabrak pejalan kaki, tabrak lari. Jadi kejadiannya berbeda-beda,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada para pengendara agar bisa lebih berhati-hati dan lebih mempersiapkan diri saat hendak berangkat. Sehingga akan meminimalisir terjadianya laka lantas.

“Harus siap diri, salah satunya jika hendak harus kondisi sehat, tidak minum obat-obatan terlarang, tidak minum yang beralkohol. Selain itu, mempersiapkan surat-surat identitas diri juga penting. Seperti KTP, SIM dan surat kendaraan lainnya. Selain itu jangan lupa menggunakan helm SNI, berjaket, sarung tangan, sepatu serta masker,” ujarnya.

Pengendara memang harus mempersiapkan kendaraan untuk selalu prima dan menggunakan semua komponen standar asli pada kendara juga penting. “Sebelum berangkat selalu cek kondisi kendaraan. Mulai tekanan ban, fungsi rem, kopling, spion serta tidak meggunakan knalpot brong, hingga gunakan pelek dan ban yang asli” ujarnya. (mg1/fun)