Pansus Desak Tanggung Kebutuhan Mamin Pasien–Keluarga Covid-19

PURWOREJO, Radar Bromo – Penanganan Covid-19 di Kota Pasuruan mendapat banyak sorotan. Terutama dari DPRD setempat. Pansus Covid-19 menilai Pemkot harus lebih memperhatikan kebutuhan sehari-hari bagi pasien yang sedang menjalani karantina mandiri.

Ketua Pansus Covid-19 Abdullah Junaedi meminta agar Pemkot memperketat pengawasan bagi pasien yang sedang karantina mandiri. Tujuannya agar bisa memantau pasien tetap menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kontak dengan warga sekitar.

“Termasuk juga memberikan support makanan dan minuman kepada anggota keluarga yang ada di rumah tersebut. Bila perlu juga diberi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh mereka,” bebernya.

Junaedi menambahkan, bantuan berupa makanan dan minuman itu perlu diberikan kepada anggota keluarga apabila ada keluarganya yang sedang menjalani karantina di rumah singgah. Selama ini, kata Junaedi, upaya memenuhi kebutuhan dasar itu belum sepenuhnya dijalankan.

“Ini penting agar keluarga pasien atau pasien yang sedang karantina mandiri itu tidak melakukan kontak dengan warga sekitar sebelum benar-benar dinyatakan sembuh,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat memastikan jika pihaknya sejak awal sudah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan dan minum. Baik untuk pasien yang sedang menjalani karantina maupun keluarganya.

“Kalau itu sudah kami lakukan sejak awal. Mungkin data yang dimiliki teman-teman dewan kurang lengkap. Tetapi yang kami berikan memang berupa makan minum saja, tidak yang lain,” katanya.

Selama ini, ketika ada anggota keluarganya yang sedang dikarantina, maka pihaknya langsung mendata anggota keluarga yang berada di rumah tersebut. Mereka diminta tetap menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi physical distancing.

“Otomatis kebutuhan makan dan minum keluarganya yang di rumah juga kami tanggung,” katanya.

Akan tetapi upaya itu juga tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Sebab tak semua keluarga pasien, bersedia menerima bantuan makan dan minum yang diberikan oleh pemerintah, selama anggota keluarganya menjalani karantina. Bahkan, lanjut Kokoh, ada salah satu keluarga yang enggan diberi bantuan makan dan minum. “Ada beberapa yang memang menolak,” kata Kokoh.

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya memberikan pemahaman kepada keluarga pasien. Bahwa tujuan pemerintah memberi bantuan makan dan minum itu agar mereka bisa meminimalisasi kontak dengan orang lain untuk sementara waktu.

“Sekarang ini cakupannya akan kami perluas bagi yang karantina mandiri. Di sini, peran RT RW sangat penting dalam menyampaikan informasi kebutuhan makan minum keluarga yang sedang karantina mandiri itu ke Gugus Tugas Kelurahan atau Kecamatan,” tandasnya. (tom/fun)