Wow, Tahun Ini Probolinggo Ekspor 280 Ton Bawang Merah

DRINGU – Tahun ini Kabupaten Probolinggo kembali mengekspor bawang merah. Jika sebelumnya dilakukan Pemrov Jawa Timur, kali ini dilakukan oleh Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman). Bekerja sama dengan petani Kabupaten Probolinggo, Jaman hendak mengirim sekitar 280 ton bawang merah ke Thailand.

Pengiriman ini dilakukan langsung dari Pasar Bawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Selasa (31/7), ada empat kontainer diisi bawang merah. Empat kontainer itu masing-masing berisi sekitar 27 ton sampai 28 ton bawang merah.

Ketua Umum Jaman A Iwan Dwi Laksono mengatakan, pengiriman bawang merah ini dilakukan setelah berhasil menjalani kerja sama dengan para petani Kabupaten Probolinggo. “Ini baru sekali kami melakukan kerja sama dengan petani di Probolinggo. Tapi, ini tidak mudah, butuh waktu lama untuk bisa mencapai kesepakatan,” ujarnya di Pasar Bawang Dirngu.

Bawang merah ini akan dikirim ke Thailand. Bawang yang dikirim merupakan bawang merah unggulan lokal. “Kami mampu mengirim 10 kontainer, ya 10 kontainer itu kami kirim. Dari 10 kontainer itu, kami kirim secara bertahap. Minggu lalu sudah 2 kontainer kami kirim. Sekarang 4 dan minggu depan 4, jadi lengkap 10 kontainer. Dari 10 kontainer itu, sekitar 270 ton sampai 280 ton,” ujarnya.

Adanya ekspor bawang merah ini disambut antusias oleh sejumlah petani dan pedagang. Bagong, salah seorang pedagang mengaku, dengan adanya ekspor petani sangat terbantu.

Sebab, bisa menyeimbangkan harga bawang dan tak sampai menumpuk di pasaran. “Pasti terbantu. Ini semua harganya dipukul rata Rp 16 ribu per kilogram. Saat ini di pasaran sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram,” ujarnya.

Pernyataan serupa diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari. Menurutnya, adanya ekspor bawang merah sangat menguntungkan para petani. Dengan menumbuhkan pasar baru di luar daerah dapat menstabilkan harga bawang merah.

“Kami sangat mendukung sekali. Dengan begini, harga bawang merah akan stabil. Jadi, kami sangat mendukung. Hukum pasar itu kan, barang menumpuk permintaan sedikit, maka akan mempengaruhi harga. Tapi, dengan menumbuhkan pasar lain, akan menjaga kestabilan harga,” ujarnya.

Hasyim mengaku, tidak tahu dengan adanya ekspor ini. Katanya, Kabupaten Probolinggo pernah sekali mengekspor bawang merah dengan dibantu Pemprov. Namun, ia mengaku sangat mendukung. Soal nanti ada tidaknya stok bawang di Kabupaten Probolinggo, menurutnya itu sudah diatur. “Stok kan sudah diatur. Jadi, saya sangat mendukung ini (ekspor),” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Jaman Kabupaten Probolinggo Ahmad Hilmi mengatakan, ekspor ini merupakan program untuk turut menyukseskan Nawacita Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, akan timbul kemandirian para petani untuk menjual hasil panennya.

“Kami yang ada di Probolinggo mencoba berusaha menyinergikan agar petani dapat perhatian lebih dari pemerintah. Itu, kami lakukan agar bawang di Probolinggo bisa bersaing di tingkat nasional,” ujarnya. (sid/rud/mie)