alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Pastikan Orisinalitas Karya, Peserta Gambar Langsung

PROBOLINGGO – PAUD Award 2018 Kota Probolinggo, memasuki tahapan presentasi. Selasa (31/7), sebanyak 15 peserta dari kelompok Taman Kanak-Kanak (TK), mempresentasikan karyanya di hadapan tim juri.

PAUD Award ke empat yang digelar Disdikpora Kota Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo ini, digelar di kantor Jawa Pos Radar Bromo di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademagan. Dengan melibatkan peserta dari guru TK dan PAUD se-Kota Probolinggo.

ORISINAL: Sejumlah peserta diminta menggambar langsung karyanya untuk menentukan orisinalitas karyanya. (foto atas). Peserta saat mempresentasikan karyanya (foto bawah). (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat prensentasi, tiap peserta mendapat kesempatan 5 menit untuk bercerita sambil menampilkan cerita bergambar yang telah dibuatnya. Seperti yang dilakukan Dian Novalia dari TK Negeri Pembina.

Cerita yang diangkatnya merupakan cerita sehari-hari di sekolah. “Tema yang saya angkat adalah suka berbagi,” ujarnya.

Dengan suara lantang, Dian menyampaikan cerita tentang siswa salah satu TK. Di antaranya, tentang adab sebelum makan, seperti membersihkan tangan.

“Cara membersihkan tangan dengan cara diusap sabun. Kemudian disiram air sampai bersih,” ujarnya.

Tidak lupa disisipkan pesan tentang pentingnya berbagi dengan teman-teman. Namun, dengan adab yang baik. Yaitu, meminta yang benar.

Mukhlis Aridi, salah satu juri mengungkap, tim juri memberikan penilaian pada sisi presentasi dan karya. “Untuk presentasi, yang dinilai adalah ekspresi atau bahasa tubuh, penguasaan materi, dan komunikasi,” ujarnya.

Sedangkan karya, ada empat unsur yang dinilai. Yaitu, sket atau bentuk, alur, komposisi teks atau warna serta ejaan, kesesuaian teks dan gambar.

Setelah presentasi, semua peserta diminta menggambar salah satu dari halaman karyanya. Untuk menentukan halaman mana yang harus digambar, panitia membuat undian. Isinya, angka 1 sampai 12. Selanjutnya, halaman yang digambar, disesuaikan dengan hasil undian. Jika undian dapat halaman 3, maka yang digambar halaman 3.

“Waktu menggambar yaitu 2 jam. Sebelumnya, diberi kesempatan untuk melihat karya yang dibuat dan digambar kembali,” ujarnya.

Achmad Syaifudin Abdillah, salah satu juri mengingatkan agar peserta tidak menggunakan ponsel saat menggambar. “Ponsel dijauhkan ketika proses menggambar. Jangan sampai gambar difoto dengan ponsel. Lalu, ketika menggambar melihat foto,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Moch Maskur diwakili Slamet Hariyanto, kabid PAUD, Pendidikan Masyarakat dan Inklusif mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan media pembelajaran.

“Sehingga, guru-guru mempunyai inovasi baru tentang cara mempengaruhi anak didik. Sehingga, anak didik mudah memahami dan termotivasi, terlebih pada anak PAUD,” ujarnya. Guru tidak akan kewalahan, jika menguasai ilmu jiwa anak, ilmu perkembangan anak, dan keterampilan dalam PAUD Award. (put/hn/mie)

PROBOLINGGO – PAUD Award 2018 Kota Probolinggo, memasuki tahapan presentasi. Selasa (31/7), sebanyak 15 peserta dari kelompok Taman Kanak-Kanak (TK), mempresentasikan karyanya di hadapan tim juri.

PAUD Award ke empat yang digelar Disdikpora Kota Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo ini, digelar di kantor Jawa Pos Radar Bromo di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademagan. Dengan melibatkan peserta dari guru TK dan PAUD se-Kota Probolinggo.

ORISINAL: Sejumlah peserta diminta menggambar langsung karyanya untuk menentukan orisinalitas karyanya. (foto atas). Peserta saat mempresentasikan karyanya (foto bawah). (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat prensentasi, tiap peserta mendapat kesempatan 5 menit untuk bercerita sambil menampilkan cerita bergambar yang telah dibuatnya. Seperti yang dilakukan Dian Novalia dari TK Negeri Pembina.

Cerita yang diangkatnya merupakan cerita sehari-hari di sekolah. “Tema yang saya angkat adalah suka berbagi,” ujarnya.

Dengan suara lantang, Dian menyampaikan cerita tentang siswa salah satu TK. Di antaranya, tentang adab sebelum makan, seperti membersihkan tangan.

“Cara membersihkan tangan dengan cara diusap sabun. Kemudian disiram air sampai bersih,” ujarnya.

Tidak lupa disisipkan pesan tentang pentingnya berbagi dengan teman-teman. Namun, dengan adab yang baik. Yaitu, meminta yang benar.

Mukhlis Aridi, salah satu juri mengungkap, tim juri memberikan penilaian pada sisi presentasi dan karya. “Untuk presentasi, yang dinilai adalah ekspresi atau bahasa tubuh, penguasaan materi, dan komunikasi,” ujarnya.

Sedangkan karya, ada empat unsur yang dinilai. Yaitu, sket atau bentuk, alur, komposisi teks atau warna serta ejaan, kesesuaian teks dan gambar.

Setelah presentasi, semua peserta diminta menggambar salah satu dari halaman karyanya. Untuk menentukan halaman mana yang harus digambar, panitia membuat undian. Isinya, angka 1 sampai 12. Selanjutnya, halaman yang digambar, disesuaikan dengan hasil undian. Jika undian dapat halaman 3, maka yang digambar halaman 3.

“Waktu menggambar yaitu 2 jam. Sebelumnya, diberi kesempatan untuk melihat karya yang dibuat dan digambar kembali,” ujarnya.

Achmad Syaifudin Abdillah, salah satu juri mengingatkan agar peserta tidak menggunakan ponsel saat menggambar. “Ponsel dijauhkan ketika proses menggambar. Jangan sampai gambar difoto dengan ponsel. Lalu, ketika menggambar melihat foto,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Moch Maskur diwakili Slamet Hariyanto, kabid PAUD, Pendidikan Masyarakat dan Inklusif mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan media pembelajaran.

“Sehingga, guru-guru mempunyai inovasi baru tentang cara mempengaruhi anak didik. Sehingga, anak didik mudah memahami dan termotivasi, terlebih pada anak PAUD,” ujarnya. Guru tidak akan kewalahan, jika menguasai ilmu jiwa anak, ilmu perkembangan anak, dan keterampilan dalam PAUD Award. (put/hn/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/